28 February 2010

The Fifth Columnist 8D

Author: Andrea Tezumo
Date of release: 13 Jan 2010 (1 of 2)

fifth columnist noun
an individual working secretly for the enemy of the country or organisation they are in

Sebuah pernyataan singkat telah membuatku semakin curiga akan identitas partner baruku yang angkuh dan serba bisa. Bagaimana bisa seorang bekas tentara Jerman bekerja sebagai agen rahasia Inggris? Dan, mengapa ketua unit kami selalu membanggakan kemampuan pria itu di depanku?

Editor’s Note:
Kisah konflik antar sesama agen rahasia Inggris, tapi dibumbui kisah cinta sesama agen.

(diambil dari sini)

Ok, ini review buat Andrea-sensei (>.<)b

Luna Patrick adalah Bishop, seorang agen rahasia Inggris yang hampir menyelesaikan misinya di Neo Sovyet Republic. Di akhir misi, saat langkah terakhir hendak diambil, seorang
proxy (agen pengganti) ternyata sudah mendahuluinya. Bisa dibayangkan betapa kesalnya Bishop, terlebih ketika agen tersebut, Helix, didaulat menjadi partnernya.

Misi baru mereka adalah mengungkap pembunuhan empat agen rahasia Inggris di Hong Kong yang terjadi pada masa kampanye untuk pemilu China. Kecurigaan jatuh pada pemerintah Soviet yang tidak ingin kekuasaan di China beralih kepada golongan nasionalis. Menyelidiki hubungan antara Soviet dan politikus China tidaklah mudah. Apalagi setelah mereka menemukan adanya kelompok-kelompok lain yang memiliki posisi berbeda-beda dalam masalah ini. Ada rahasia apa di balik
kerja sama antara kelompok-kelompok yang seharusnya berlawanan itu?

Sementara itu, Bishop mendapat informasi bahwa Helix pernah bekerja sebagai agen upahan Soviet. Ia harus bekerja sama dengan Helix sambil mewaspadai hubungannya dengan pejabat intelejen Kuznetsov. Berbagai cara yang mereka gunakan untuk mengumpulkan informasi sambil menjaga keselamatan diri dan saling mengawasi menjamin komik ini
full action dan intrik.

Benarkah Helix akan berkhianat? Ada apa di masa lalu Helix sampai ia begitu dipercaya oleh chief MI-6?
Temukan jawabannya di The Fifth Columnist #1 dan volume pamungkasnya yang direncanakan terbit bulan Maret!*

Buat saya, komik ini menambah pengetahuan dan perbendaharaan kata baru (lihat saja kata-kata asing yang menjadi judul tiap babnya!). Selain itu, ini menjadi semacam rendez-vous dengan komik bertema spy -terakhir kali saya baca From Eroica with Love, yang scan-nya masih belum lengkap T_T.**

Setting dan karakterisasinya realistis (pasti pakai riset dulu). Penggambaran adegannya pun termasuk berani (Bagian mana? Ya, yang itu lho... hihihi). Sayangnya, kadang karena kelewat rumitnya, saya jadi skip baca beberapa bagian. Kebiasaan jelek, setelah itu pasti bolak-balik halaman, baca ulang karena agak bingung.

Eh? Kenapa dengan artwork-nya? Sejujurnya, artwork-nya bukan tipe kesukaan saya (Mau gimana lagi, tipe kesukaan saya yang seperti CLAMP XD). Jadi kayaknya mengomentari artwork tipe lain bukan keahlian saya :p


---------------------------
*Sekalian promosi volume 2 :))
** Genre From Eroica memang berbeda, tapi yang penting temanya sama :p


Sambil mencoba layout baru untuk entry ini, menyesuaikan dengan cover FC yang keren XD
Gimana? Not bad huh?

KOLONI: 1SR6

Keterangan singkat:
KOLONI = Komik Lokal Indonesia
Ya, Koloni adalah komik-komik buatan anak bangsa yang diterbitkan oleh M&C.
Berikut ini adalah komik Koloni pertama yang saya punya (_ _)
*sedikit menyesal karena kenapa baru beli sekarang??*



1SR6 - Muh. Fathanatul Haq
(http://matt0.deviantart.com/)

Berkisah tentang kelas 1 Seni Rupa 6 di sebuah sekolah menengah seni rupa di Jogja. Kelas ini dijauhi oleh seluruh warga sekolah karena murid-muridnya merupakan kumpulan berandal yang tidak diterima di tempat lain. Tak terhitung berapa guru, apalagi calon guru praktek yg mereka buat menangis. Akhirnya kepala sekolah mengutus seorang guru baru yang penampilannya menipu... (yay, I love this teacher ♥)

Berkat penganganan khusus dari guru tersebut, kebersamaan pun mulai terbangun, apalagi setelah ada isu kelas 1SR6 mendapat giliran menjadi petugas upacara... Masalah-masalah yang ada diselesaikan dengan cara mereka yang ajaib. Tapi, Alif memilih untuk mengucilkan diri dari teman-temannya...

Komentar:
Cerita yang sangat menghibur (I really need to expand my vocabulary...) walau menurut saya ada beberapa poin yang sangat lebay, hehehe. Tapi bisa dimaklumi karena ini komik cowok ^^
Sayangnya, cerita si tokoh utama malah terkesan biasa saja kalau dibandingkan dengan segala kehebohan yang terjadi di sekitarnya, tapi hal itu bisa diterima sih (daripada, cerita dia sama ribetnya? Ok, kita pilih yang simple saja ^^;).

Buat Komikusnya:
Boleh minta artwork Pak Eko? (*_*)
Sama tandatangannya.. soalnya saya yakin karya Anda yang kedua bisa lebih bagus dari ini XD (Sudah ada ide belum? Butuh ide? XD)

Beautiful Boxer

Beautiful Boxer adalah sebuah film Thailand keluaran tahun 2003 yang dibuat berdasarkan kisah nyata.

Film dibuka oleh seorang wartawan yang sedang mencari narasumbernya di sebuah bar di Bangkok. "Dia baru saja pulang," ujar seorang kathoey(=waria) dengan ketus. Si Wartawan segera berlari keluar. Ia tak sengaja berpapasan dengan sekelompok preman, nyaris saja ia dihajar mereka kalau sekelebat bayangan merah tidak menyelamatkannya dengan gerakan kick-boxing yang indah.

Dia, orang yang memakai gaun merah dan berambut panjang, adalah orang yang dicarinya, Nong Toom. Mereka berdua segera pindah ke sebuah bar untuk melakukan wawancara. Di bar, mereka disambut oleh seorang waitress yang mengatakan bahwa Nong Toom sangat cantik, padahal dia balum melaksanakan operasinya.

Pertanyaan pertama sang wartawan adalah: Kau bisa bahasa Inggris?
Yang dijawab Toom sambil tersenyum: Aku tidak bodoh.

Selanjutnya sang wartawan menanyakan sejak kapan Toom sadar kalau ia ingin menjadi wanita. Maka dimulailah cerita Toom tentang perjalanan hidupnya...


Sedari kecil, Toom ingin menjadi cantik. Walaupun ia sempat masuk ke biara (untuk meringankan beban orangtuanya), ia akhirnya keluar karena tidak bisa mengikuti jalan hidup para biksu yang bersahaja. Teman dekat dan keluarga Toom tahu kalau bocah lelaki itu sangat feminim tetapi mereka menerimanya (sebagai karma kaena dosa kehidupan sebelumnya) dan tidak ada yang menyuruhnya berubah.

Suatu hari, di sebuah pasar malam, Toom tidak sengaja ditantang untuk mengikuti pertandingan Muay Thai menggantikan adiknya. Tak disangka, ia menang. Ia pun pulang membawa bahan makanan untuk keluarganya yg miskin. Hari berikutnya, si adik mengajaknya melihat camp pelatihan atlit Muay Thai. Tak disangka (lagi), pelatih Pi Chart tertarik pada bakatnya. Toom pun setuju untuk menjadi atlit Muay Thai karena ia tertarik pada uang yang bsia dihasilkannya. Pelatihannya berjalan dengan baik, ia dapat menyembunyikan sifat feminimnya, kecuali pada istri pelatih. Ia masih suka memakai make-up tapi hanya bisa melakukannya dengan sembunyi-sembunyi di kamar mandi.

Suatu hari, pelatih memergokinya dengan riasan. Bukannya marah, pelatih malah memujinya (lho). Ternyata ia punya rencana untuk menyuruh Toom naik ring dengan riasan itu. Bagaimana hasilnya? Mereka sukses besar, Toom selalu menang dan ia disukai penonton.

Komentar Toom sendiri: Semakin tebal riasan yang kupakai, semakin keras mereka memukulku, dan semakin keras aku membalasnya.

Dengan ketenarannya, bukan berarti karir Toom lancar-lancar saja. Ia tidak suka melihat darah! bayangkan itu! Tapi ia menguatkan hati demi cita-citanya membantu orangtuanya dan mengumpulkan uang untuk operasi pergantian kelamin.


Film ini sangat menghibur, lucu sekaligus mengharukan. Akting pemainnya, terutama Asanee Suwan sebagai Toom, tidak mengecewakan. I recommend this!