Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

30 March 2011

Sisters Red: Dua Saudari Bertudung Merah

Sisters RedSisters Red by Jackson Pearce

Scarlet March hidup untuk berburu. Hidupnya hitam putih. Hanya ada Scarlet dan adiknya di satu sisi dan Fenris (manusia serigala) di sisi lain.

Rosie March hidup untuk mengikuti kakaknya. Itu sebelum rekan berburu Scarlett, Silas, kembali dan mengubah hidup Rosie.

Di tengah ganasnya serangan Fenris, Rosie jatuh cinta pada Silas. Tanpa sepengetahuan Scarlet, Rosie mulai menemukan dunia lain selain berburu.

Memang ada satu pertanyaan yang muncul setelah membaca ini: Rosie dan Scarlet sering mengeluh soal kehabisan uang dan hidup miskin. Tapi kenapa mereka nggak bekerja? ^^;
Tentu ada sejuta alasan untuk nggak bekerja, karena di bawah umur atau nggak punya keahlian... tapi mereka nggak pernah mencoba mencari kerja, walau sekali saja, Scarlett dan Rosie memilih untuk menjual peninggalan Oma March kalau kehabisan uang. Sedangkan Silas, cowok yang katanya jago membuat ukiran kayu, dia pun sama saja, hidup dari warisan peninggalan ayahnya.

Selain itu gaya jatuh cinta Rosie yang terlalu berbunga-bunga agak membosankan buat saya (ya maaf, tapi buat penyuka teenlit mungkin cocok ^^) . Untungnya buku ini memakai POV yang berganti-ganti antara Scarlett dan Rosie. Scarlett itu keren (>o<) Heran kenapa ada beberapa reviewer yang menghujat dia karena nggak memikirkan adiknya. Tapi kan seperti cerita Oma March yang membuka dunia perburuan pada Scarlett; orang-orang yang mendapat pengetahuan punya tanggung jawab berbeda dengan orang yang tidak tahu. Scarlett tidak tahu, belum mengenal cinta selain kasih sayang dia pada adiknya. Jadi, apa salah kalau pendapatnya seperti itu, bahwa tidak ada dunia lain selain berburu? ^^;

Nah, sekarang sisi positifnya: Bagian aksi dan perkelahian dalam novel ini sungguh seru.
Jadi,
Aksi + Scarlet + ending yang bahagia walau mungkin nggak seperti fairy tales = 4/5 bintang.



View all my reviews

12 March 2011

Suddenly Supernatural: Arwah di Sekolah

Suddenly Supernatural: Arwah di Sekolahby Elizabeth Cody Kimmel

My rating: 3 of 5 stars


Kat hidup berdua saja dengan ibunya di sebuah rumah yang sering diterangi lilin, hawanya tidak menentu, dan terkadang terdengar bunyi-bunyian aneh. Kat sudah terbiasa dengan kondisi rumah itu karena ibu Kat adalah seorang medium. Beliau membantu orang-orang dengan menghubungi arwah orang terdekat yang sudah meninggal. Buat Kat yang ingin mengalami kehidupan normal di sekolah, profesi ibunya harus dirahasiakan karena ia tidak ingin menjadi 'orang buangan'. Sayangnya, gadis paling populer di sekolah, Shoshanna, malah datang ke rumahnya dan mengalami sendiri pengalaman menakutkan di sana. Sejak itu Kat pergi ke sekolah dengan was-was menanti kapan Shoshanna akan menyebarkan gosip yang bisa membuatnya menderita.

Masalah Kat yang kedua adalah, dia mulai bisa melihat hantu sejak ulang tahunnya yang ke-13. Ia belum memberitahu siapa-siapa soal ini, bahkan dengan ibunya. Kat merasa kalau ia membicarakan bakat ini berarti ia harus menerimanya. Kat tidak siap untuk menerima bahwa seumur hidup ia akan bisa melihat hantu dan mungkin akan menjadi medium seperti ibunya, bekerja membantu orang-orang. Satu hal yang jelas, Kat merasa kalau ia tidak akan bisa membantu orang sebaik ibunya.

Masalah nomor tiga: ada hantu di sekolah.

Untungnya, Kat mendapat teman yang membantunya bertahan di sekolah. Namanya Jac. Gadis berbadan mungil yang selalu membawa selo ke mana-mana (ya, selo ternyata bentuk terjemahan baku untuk cello -baru tahu saya). Sebagai ganti rahasia yang diceritakan Kat, Jac memberitahu bahwa ia adalah pemain selo yang sangat diharapkan, tapi sejak demam panggung di audisi beberapa minggu sebelumnya, ia tidak bisa lagi bermain.

Jac tampak sangat menyenangkan dari sudut pandang Kat. Perasaan sayang antara dua sahabat itu sungguh sangat jelas dan diperlihatkan di seluruh buku. Salah satu hal yang bikin betah baca buku ini. Suddenly Supernatural tidak menceritakan masa kegelapan di mana hantu-hantu berkeliling mengganggu orang (bukan, itu sih buku Supernatural yang lain XD). Buku ini menceritakan seorang remaja dengan ibu dan sahabat yang menyenangkan yang kebetulan punya bakat untuk melihat hantu. Dan seekor anjing yang sangat keren.

Masalah yang mereka hadapi didiskusikan dengan menarik dan tampak mengalir begitu saja tanpa dipaksakan. Bagian favorit saya adalah penutup bagi si hantu di perpustakaan. Pintar juga Kat, bisa menyelesaikan beberapa masalah sekaligus. Anda mengerti, kalau membaca buku yang ditujukan untuk anak kita sering mengeluh (setidaknya saya sering): "kenapa mereka bisa nggak sadar sih kalau ini... "? Nah, buku ini berhasil menjaga kesabaran saya karena tokoh-tokohnya cerdas dan cepat memahami permasalahannya. Nggak bikin frustasi.


View all my reviews

08 December 2010

The Colour of Magic (Discworld Series Book 1)

The Colour of Magic (Discworld Series)The Colour of Magic by Terry Pratchett

My rating: 3 of 5 stars


ookay, sebagai pembaca yang rada2 OCD (obsessive-compulsive disorder alias EYD freak), saya terganggu dengan pemilihan kata oleh penerjemahnya, maka dari itu saya menyalahkan penerjemahan yang buruk sebagai alasan mengapa buku ini tak selesai2 juga, alih-alih menyalahkan jadwal saya yang padat dengan kegiatan, ehem, ngenet dan baca komik :P

Jadi, pemilihan rating buku ini sama sekali tidak mencerminkan kekuatan pengarang aslinya, tapi sudah dipengaruhi oleh bahasa Endonesah yang digunakan oleh penerjemahnya (saya sendiri sudah terpengaruh nih). Unek-unek lengkap akan disampaikan di forumnya :P

Cerita buku ini sendiri seru banget. Definisi dunia yang sangat berbeda dengan dunia kita. Definisi soal sihir yang benar-benar baru. Detail yang aneh-aneh (misalnya, di Discworld cahaya lebih lambat daripada suara, bisa dibayangkan? Dari segi fisika, saya memilih untuk tidak memikirkannya), dewa-dewi yang suka main-main, dan makhluk-makhluk sihir yang hanya ada di sana... juga permainan kata-kata dari Pratchett. Sayang sekali sebenarnya karena edisi bahasa Indonesianya nggak bisa menangkap semua itu. Saran saya sih, kalau bisa cari saja bahasa Inggrisnya ^^;

Seorang Turis tiba di pelabuhan Ankh-Morpork, dengan bagasi yang tak terbayangkan karena tingkat pendapatan di tempat asalnya (Kekaisaran emas) jauh lebih tinggi dibanding penghasilan warga Ankh-Morpork. Turis yang datang untuk mencari masalah (bukan, bukan untuk terlibat masalah, hanya mau menontonnya saja) ini bernama Twoflower. Bagasi yang dimilikinya, si Bagasi, terbuat dari kayu Sapient Pearwood yang amat sangat langka dan dikenal tahan terhadap sihir jenis apapun. Bagasi itu akan mengikuti majikannya ke mana saja dengan kaki-kaki kecilnya, bahkan ke ujung dunia sekalipun. (Praktis banget ya..) Dia juga bisa menjadi bodyguard yang nggak ada tandingannya.

Warga tak beruntung yang harus menemani turis itu adalah Rincewind, seorang penyihir gagal yang hanya punya satu mantera di kepalanya. Buatnya, Twoflower adalah seorang idiot yang mengundang masalah ke manapun ia pergi. Berkat Twoflower, ia sudah beberapa kali bertemu dengan Dewa Kematian dan hanya keberuntungan (dan seorang dewi) yang menyelamatkannya. Petualangannya dengan Twoflower akan membawanya sampai ke tepian Disc, di mana ia jatuh... dan entah di mana dia akan mendarat, di buku dua nanti :D

Buku dua, yang semoga terjemahannya nggak sehancur itu.. tapi nggak mungkin juga, soalnya sinopsisnya di website Elex saja sudah nggak beres.. (>.<) Oh well, mungkin bisa berharap pada buku tiga...

catatan:
cara yang lumayan berhasil buat saya waktu membaca buku ini adalah, bayangkan langsung arti katanya, dan lewati detail grammarnya. Pakai otak kanan atau apalah itu...



View all my reviews

13 July 2009

Mallory Towers! Rindunyaa.....

Masih ada yang ingat judul-judul ini:
Semester Pertama di Malory Towers
Kelas Dua di Malory Towers
Kelas Empat di Malory Towers

Kelas Tiga di Malory Towers
Kelas Lima di Malory Towers
Semester Terakhir di Malory Towers


Ini buku favoritku sepanjang masa..
Kelas Tiga di Mallory Towers adalah salah satu novel pertama yang kubaca.. waktu itu aku yang polos nan lugu ini bahkan nggak sadar kalau Darrel itu nama cewek! setelah baca beberapa halaman barulah.. "Cewek yah?"
Tahun berapa ya itu.. kelas 2-3 SD barangkali :/

Waktu itu aku juga nggak tahu kalau buku ini berseri :P
baru selesai mengumpulkan 6 buku (in random order) beberapa tahun setelahnya..

Serial ini mengisahkan kehidupan sekolah berasrama Darrel dan teman-temannya di Mallory Towers. Kayaknya menyenangkan banget,, bercanda dengan teman, mengerjai guru-guru, menyelinap malam-malam... seru banget kan?
Mereka juga mendapat bermacam-macam masalah seperti kawan yang mengesalkan atau ujian dan pekerjaan rumah yang sulit, tapi semuanya selalu berakhir dengan baik..

Semua karakter dalam buku ini menarik ^^
Ada Darrel yang 'biasa' dibanding teman-temannya-kecuali kalau ia meledak marah-, Sally yang sabar, Irene si Jenius yang linglung, Belinda soulmate-nya, Alicia yang jahil, Bill si tomboy yang fanatik pada kuda, juga guru-guru yang galak tapi penyayang :D

Aku sering mengasosiasikan diri dengan Darrel. Sewaktu dia marah besar, dan setelahnya ia merasa bersalah dan minta maaf, kupikir dari situlah aku mulai belajar untuk minta maaf dengan baik dan tanpa malu-malu.

Buku favoritku di seri ini, buku kelima. Di Buku kelima mereka mementaskan drama Cinderela yang sangat sukses dan semua orang dapat memainkan perannya dengan baik. Beberapa anak bahkan menemukan bakat mereka yang tersembunyi. Buku ini juga mengilhamiku untuk masuk klub drama ^^

Nah, sekarang buku-buku ini dicetak ulang lho, dengan harga 20 ribu saja D:
pengennya~~~~ tapi udah punya sih... :(
Apa nunggu keluar box-nya aja ya, hehehe...

11 July 2009

Diana Wynne Jones - Howl’s Moving Castle

Judul Indonesia : Istana yang Bergerak
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 328 halaman
Buku ini mendasari pembuatan anime terkenal dari Ghibli, Howl’s Moving Castle *sedang menahan diri untuk tidak memuji-muji dan malah mereview filmnya*

Di Ingary, di mana sihir, kutukan, dan benda-benda ajaib dapat ditemukan, Sophie Hatter, anak sulung dari tiga bersaudari, merasa bahwa ia tidak memiliki peruntungan seperti kedua adiknya. Setelah ayahnya meninggal, ibu tirinya, Fanny, mengirim kedua adik Sophie, Lettie dan Martha, untuk magang di tempat lain sementara Sophie tinggal untuk membuat topi-topi. Ia ditakdirkan mewarisi toko topi peninggalan ayah mereka di Market Chipping, begitulah yang dipikirkannya. Karena itu ia tidak memiliki cita-cita tinggi seperti menikah dengan pangeran atau menjadi kaya-raya. Sophie melewatkan setiap harinya duduk di bagian belakang toko dan berbicara dengan topi-topi. Sementara Fanny melayani pembeli di toko. Demikianlah hari-hari yang membosankan berlalu.

Pada suatu hari seorang pelanggan yang tidak biasa muncul di toko, ia adalah Nenek Sihir dari Waste, penyihir yang sangat ditakuti di seluruh Ingary. Entah apa alasannya, si nenek sihir mengutuk Sophie menjadi nenek-nenek. Menyadari masalah yang akan muncul jika tetap tinggal di Market Chipping, Sophie terpaksa pergi diam-diam untuk mencari tempat tinggal lain. Setelah berjalan cukup jauh dan merasa lelah dengan petualangan singkatnya (maklum, tubuhnya sekarang sangat lemah), Sophie menemukan Istana yang terlihat sangat menyeramkan.

Istana itu dimiliki oleh Howl, penyihir jahat yang kabarnya senang memangsa jiwa gadis-gadis muda. Sophie tidak merasa takut padanya karena toh ia sudah tidak muda lagi. Sophie memilih untuk menghadapi sang penyihir daripada kedinginan di tempat terbuka. Saat memasuki istana, yang ditemuinya adalah anak muda sopan yang menjadi asisten Howl, Michael Fisher, dan jin api yang menggerakkan istana dan tinggal di perapiannya, Calcifer.

Calcifer mengizinkan Sophie untuk tinggal dengan suatu syarat, ia harus membantunya melepaskan kontrak yang mengikat Calcifer dengan Howl. Sophie harus mencari tahu sendiri isi kontrak itu, karenanya ia harus tinggal bersama mereka. Sophie memilih peran sebagai nenek tukang bersih-bersih dengan harapan Howl tidak akan mengusirnya keluar. Dan dimulailah kehidupannya yang baru, setiap hari berselisih dengan Howl yang tidak berperasaan, dan sedang berusaha merayu salah seorang adiknya, acara bersih-bersih Istana yang menimbulkan banyak kekacauan, dan masih banyak lagi.

Ternyata Howl sedang bermasalah dengan Nenek Sihir dari Waste yang ‘ditolak’ olehnya di satu sisi, dan di sisi lain ada Raja yang hendak menyuruhnya untuk pergi ke Waste untuk menemukan adiknya, Pangeran Justin, dan Penyihir Kerajaan, Sulliman. Howl sangat tidak ingin menghadapi si Nenek Sihir, karena itu ia menyuruh Sophie melakukan sesuatu agar Raja membatalkan niatnya mempekerjakan Howl.

Penyihir Howl –wikipedia menyebutnya sebagai seorang anti-hero – adalah seorang pemuda tampan berusia 27 tahun yang doyan merayu gadis-gadis. Kekuatan sihirnya sangat hebat, tetapi ia selalu menghindar dari melakukan pekerjaan yang tidak disukainya. Ketika sedang melaksanakan proyeknya ‘membuat seorang gadis jatuh cinta padanya’, ia tidak akan mempedulikan masalah lain yang terjadi di sekitarnya. Setiap hari ia menghabiskan waktu dua jam di kamar mandi untuk mewarnai rambut dan mengatur pakaiannya. Howl juga dikenal tidak mau membuat janji yang pasti. Walaupun begitu, pesonanya tetap ada…. Pesona seorang bad boy, kita sebut saja begitu ^^; Walaupun terlihat tidak peduli, tapi pada saat-saat tertentu Howl bisa menjadi sangat baik dan perhatian.

Apakah Sophie-dengan keberuntungannya yang pas-pasan, sifat cepat marahnya, serta bakat aneh yang dimilikinya- tahan berurusan dengan Howl? Apakah mereka akan dapat membantu memecahkan masalah masing-masing… dan juga masalah di antara mereka berdua?

Buku ini merupakan novel fantasi yang pantang dilewatkan!

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Dengan plotnya yang berlapis dan rumit (di mana setiap tokoh memiliki masalahnya sendiri), walaupun sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, masih ada beberapa hal yang nggak kumengerti,
*warning, contains some spoiler*
1. Apa sebabnya Sophie dikutuk? Karena ia salah dikira sebagai Lettie? Lantas kenapa Nenek Sihir mau mengutuk Lettie?
2. Apa maksud Count of Catterack berterimakasih pada Sophie di istana? Karena Sophie ‘ibu Howl’ atau karena Sophie yang membuat topi pemikat yang mempertemukannya dengan Jane Farrar?
3. Kenapa Raja masih bersikeras menujuk Howl sebagai penyihir istana bahkan lebih yakin setelah mendengarkan alasan dari Sophie yang menjelek-jelekkannya?
4. Bagian mana yang menyebutkan soal orang yang meminta mantera pencarian? (yang ternyata Justin) Aku sudah melewatkannya?

Komentar sedikit mengenai penerjemahannya.. ada beberapa hal yang mengganggu, misalnya:
  • Di halaman 96:
… Gumpalan lendir lengket menghiasi kepala dan bahunya, Lendir lengket menghiasi kepala dan bahunya, menimbuni lutut dan tangannya, gumpalan besar menetes turun dari kaki dan dari bangku berbentuk untaian lengket.
-->Ada beberapa kata yang tidak perlu ditulis ulang ^^;
  • Halaman 325:
“Tidak apa-apa,” kata Lettie dengan berani, “ itu tidak sengaja.”
“Tapi bukan kesalahan,” protes Penyihir Sulliman.
--> Aslinya berbunyi:
"That's quite all right," Lettie said bravely. "It was a mistake."
"But it wasn't!" protested Wizard Suliman.
Jadi lebih baik kalau kalimat Penyihir Sulliman menjadi: “Tapi itu kesalahanku..”
  • Di halaman terakhir kalimat Howl pada Calcifer yang ini hilang:
"You didn't need to do that," Howl said.

Kebanyakan di bagian akhir… mungkin karena bagian akhir itu bagian favoritku, jadi tentu aja aku membacanya dengan lebih teliti :P

Aku nggak sabar menunggu buku kedua.. tidak, buku ketiga.. karena di buku kedua kemunculan Howl dan yang lainnya sedikit sekali ^^; *)

Satu komentar lagi, quote langsung dari adikku (cowok, 19 tahun) “covernya jelek sekali! Ceritanya kekanak-kanakan nggak?”
Memang kalau dilihat buku-buku anak Gramedia saat ini covernya bergaya kartun semua.. lihat saja cetakan baru Malory Towers, dan buku-buku Dunia Crestomanci dari Diana Jones juga…
Apa tujuannya memang untuk menarik minat anak yang usianya lebih kecil? ^^;
Because it didn’t work for older children…..

-------------
*) Sedikit keterangan mengenai ‘trilogi’ ini:
Buku pertama, Howl’s Moving Castle (HMC), tidak berhubungan langsung dengan buku kedua, Castle In The Air, yang memiliki tokoh utama baru dan setting di negeri tetangga Ingary. Howl dan kawan-kawan muncul sebagai tokoh tambahan. (kesimpulan dari data wikipedia dan review teman-teman di Goodreads)
Buku ketiga, House of Many Ways, terjadi beberapa tahun setelah HMC, dengan tokoh utama yang berbeda lagi… tapi Sophie dan Howl masih berperan.
Jadi, kedua buku lain hanya memiliki kaitan yang loose dengan HMC dan kalau nggak puas, anggap aja nggak ada sekuel sama sekali :P

12 May 2009

Kira-Kira



Kira-Kira
-dalam bahasa Jepang berarti berkilauan, gemerlapan;
-kata yang digunakan Katie dan Lynn untuk mendeskripsikan segala sesuatu yang mereka sukai.

Buku ini menceritakan tentang Keluarga Takeshima yang merupakan keturunan Jepang yang saat itu jumlahnya masih sedikit di AS. Dad yang berbadan besar, tapi pendiam dan baik hati, Mom yang mungil, tapi menakutkan kalau marah, Lynn, putri pertama yang pintar, dan Katie, putri bungsu mereka, ditambah keluarga Paman Katsu yang ceria.

Katie menganggap kakaknya Lynn, sebagai orang yang paling jenius di dunia. Lynn tidak hanya pintar, ia juga cantik dan baik hati. Ia bercita-cita untuk kuliah dan kemudian membelikan orangtua mereka rumah sendiri. Mereka berdua sangat dekat, sebagai kakak adik maupun sebagai teman sepermainan.

Sebagai warga keturunan Jepang, mereka tidak memiliki banyak pilihan pekerjaan. Karena itu, saat toko kelontong mereka di Iowa bangkrut, mereka terpaksa pindah ke Georgia untuk bekerja di perusahaan penetasan dan pemotong ayam milik Mr Lyndon yang kaya raya.

Di Georgia banyak perubahan yang tidak menyenangkan bagi Katie. Ia tidak menyukai apartemen mereka yang sempit, logat selatan yang digunakan oleh tetangganya membingungkan, keturunan Jepang mendapatkan perlakuan diskriminasi, dan di sekolah ia tidak sepandai kakaknya. Nilai C bahkan sudah sangat memuaskan bagi Katie. Di atas semua itu, orang tua mereka menjadi sangat sibuk sehingga jarang berada di rumah. satu-satunya hiburan bagi Katie adalah menunggu kakaknya pulang sekolah sehingga mereka dapat bermain bersama. Mereka akhirnya dapat beradaptasi setelah melewati beberapa waktu.

Lynn sendiri tumbuh menjadi gadis yang populer di sekolahnya. Ia mulai berteman dengan anak yang tidak disukai Katie dan mengurangi waktu bermain mereka. Ketika mereka mendapatkan adik baru, Katie menjadi sangat dekat dengan adiknya, Sam. Ia akhirnya mendapatkan hal baru yang tidak ia bagi dengan Lynn, karena Sam sangat dekat dengan Katie yang selalu mengurusnya. Sayangnya, tidak diceritakan bagaimana hubungan Sam dengan Lynn.

Suatu hari, Lynn jatuh sakit, tetapi semua mengira ia hanya terkena anemia. Ketika sembuh Lynn sama energetiknya dengan dulu. Beberapa saat pun berlalu sebelum ia kembali sakit. Orang tua Katie merahasiakan penyakit Lynn padanya. Katie merasa ada yang salah, apalagi mereka berdua memaksakan diri untuk membeli rumah (dengan pinjaman, sesuatu yang sangat dihindari oleh orang Jepang).

Lynn ternyata sakit karena tumor kelenjar getah bening. Keluarganya berusaha sekuat mungkin untuk menuruti permintaannya karena mereka mendapat kesan bahwa Lynn tidak akan hidup lama. Katie menjadi sering bertengkar dengan Lynn karena Lynn menjadi sangat penuntut.

Lynn meninggal di malam ketika Katie keluar rumah untuk melihat bintang, benda yang paling bersinar bagi mereka. Setelah Lynn meninggal, keluarga mereka tampaknya bakalan hancur. Dad lebih sering menginap di perusahaan, Mom lebih jarang memasak. Pada suatu hari akhirnya Dad meledak dan ia merusakkan mobil Mr. Lyndon, pemilik pengolahan ayam dengan hanya diketahui oleh Katie.

Katie melakukan segala sesuatu yang ia bisa untuk menyenangkan orang tuanya, mulai dari belajar dengan lebih giat, mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang dulu biasa dilakukan Lynn, sampai memasak untuk mereka. Ia mulai bertanya-tanya apakah hal yang dilakukannya sia-sia karena kedua orang tuanya begitu tidak bahagia. Di saat itulah Dad akhirnya mengaku dan meminta maaf pada Mr. Lyndon walaupun ia harus dipecat. Dad ingin menunjukkan pada anaknya agar tidak takut untuk meminta maaf. Katie pun bertekad untuk hidup dengan cara Lynn, memandang dunia sebagai tempat yang menakjubkan. Lynn selalu bisa membuat sesuatu yang indah, bahkan dari hal-hal sederhana sekalipun.

===

Paruh pertama buku ini, well, agak membosankan. Okelah, mereka mengalami masa kecil yang bahagia, hal-hal menyenangkan terjadi, tapi banyak buku lain yang menceritakan hal yang sama. Tadinya kupikir, lagi-lagi nggak satu selera dengan Newbery Medal, belum ada konflik yang menarik sampai di pertengahan buku.

Bagian yang bikin sedih itu bukan karena Lynn meninggal, tapi karena Katie bersedih setelah ia meninggal. Kehilangan seorang anggota keluarga tidak hanya menyisakan tempat yang kosong, tapi bisa sampai menghancurkan seluruh keluarga, karena itu seluruh keluarga harus bersatu. Sejak bagian ini kita bisa melihat perubahan karakter Katie, dari seorang anak manja menjadi seseorang yang menjadi kuat karena memikirkan kebaikan orang-orang di sekelilingnya. Ia akan kuliah, ia akan membeli rumah di tempat favorit Lynn, di tepi laut! Ia akan selalu mendengar suaranya setiap saat, Kira-kira!

Let's pick a theme song? Maaf Jpop semua :D
Yura-Yura dari Heart's Grow
Wakaba dari Spitz
dan Together dari Monkey Magic

11 November 2008

The Book of Lost Things

(Klik judul untuk membaca review dari seseorang. Maaf saya pinjam review anda, mbak/mas...)

Genre: Fantasi, Adventure
Rating: D

I had a nightmare yesterday, because one of the scene in this book...
Padahal baca bukunya udah minggu lalu (-_-)

Adegan mengerikan itu adalah penggabungan manusia dengan hewan oleh seorang pemburu kejam. Pemburu ini berhasil dikalahkan oleh David, si protagonis, dengan membujuknya untuk menggabungkan badannya sendiri dengan badan kudanya agar ia bisa menjadi seperti centaur yang hebat. Setelah si pemburu terbujuk, David meninggalkannya dalam keadaan separuh badan hilang dan belum sempat digabungkan.

Nah, bayangkan kalau dirimu sendiri tiba-tiba tinggal separuh badan dan di depan mata ada potongan badan kuda tanpa bagian leher ke atas yang hendak digabungkan denganmu.... (+_+)

Let's put that aside...

Bagian paling menarik dari buku ini: Spin-Off dongeng Putri Salju

David bertemu dengan tujuh Kurcaci pro-Maxisme (tadinya ada delapan orang, tapi Kamerad Ketujuh membelot dari Partai). Mereka sangat ingin melepaskan diri dari Snow White yang-sangat-menyebalkan-gendut-dan-manja, sampai-sampai mereka berencana untuk membunuh Snow White dan memfitnah Ibu Tiri. Sayangnya rencana tersebut gagal.

"Pokoknya, kami memberikan sebutir apel padanya.... kami baringkan dia di lempeng batu, dikelilingi bunga-bunga dan kelinci-kelinci kecil... lengkap dengan detail-detailnya. Tapi lalu datang pangeran sialan itu dan menciumya. Padahal di sekitar sini tidak ada pangeran. Dia muncul begitu saja, entah darimana, menunggangi kuda putih sialan....
Heran, mau apa sebenarnya orang itu, luntang-lantung sambil asal cium perempuan-perempuan tak dikenal yang kebetulan sedang tidur waktu dia lewat."
"Orang sakit.... Mestinya dikurung di Rumah Sakit jiwa."

-halaman 181-

Sial bagi mereka, ternyata ibu tiri jahat punya alibi, waktu itu dia sedang pergi meracuni orang lain. Pengadilan menangguhkan hukuman para kurcaci, tetapi mereka diperingatkan untuk tidak menyentuh Snow White lagi. Tampaknya Snow White memanfaatkan situasi untuk tinggal bersama para kurcaci an memaksa mereka melayani segala kebutuhannya.

Duh, kurcaci yang malang. Aku mau kalau diajak bergabung 'memberantas' Snow White XD

Tokoh Paling Menarik: Roland

He's a knight in shinning armor...
Terlihat sangat kuat, pemberani, dan tangguh (hem, kayak iklan rokok). Dia juga cerdas dan berjiwa pemimpin.
Tapi... tentu saja tidak ada tokoh yang sempurna, apalagi dalam buku ini.
Roland itu seorang gay. Ia berpetualang untuk menemukan 'teman'nya, Raphael.

Well, aku nggak keberatan dengan fakta itu. Apalagi karena sudah terbiasa dengan manga shonen-ai (gampangannya pasangan boy x boy)...
Yang jelas Roland ini tipe prajurit yang bikin jatuh hati karena dia keukeuh dengan prinsipnya. Dia juga nggak peduli pandangan orang lain, asal dia yakin dengan dirinya sendiri.
Sayangnya..
Yah, sayangnya yang terjadi pada Roland di akhir cerita adalah hal yang juga terjadi pada sebagian besar tokoh favoritku........

review lain:
http://www.who-dunnit.com/reviews/394/