Showing posts with label Sports. Show all posts
Showing posts with label Sports. Show all posts

01 April 2010

Review Manga: OLE! by Tatsuki Nohda

Bosan dengan drama persepakbolaan Indonesia yang kelewat ribut, terlalu banyak muatan politis, dan hampir kehilangan sportivitasnya? Bahkan Anda sempat memikirkan apa gunanya ada klub sepakbola kalau tidak membawa manfaat bagi masyarakat?
Mungkin komik yang satu ini dapat mengalihkan perhatian Anda semua dari situ....
(sori kalau ngiklan banget :p)
Jadi, inilah komik yang tampaknya perlu dibaca oleh para pengurus PSSI kita...

Ole!
Mangaka: Tatsuki Nohda
Penerbit: Level Comics

Kota Kazusa terhubung dengan Tokyo melalui Tokyo Aqua Line yang dibangun untuk memajukan kota. Sayangnya, jalur yang biayanya sangat mahal itu lebih banyak digunakan oleh penduduk Kazusa untuk pindah ke Tokyo sehingga Kazusa lama-kelamaan semakin ditinggalkan. Sebagai seorang pegawai negeri di bagian Layanan Masyarakat, Junji Nakajima berniat untuk mengubahnya, tetapi ia belum bisa berbuat banyak sampai sebuah kesempatan datang dari klub sepak bola kota, Kazusa Ole.

Nakajima ditugaskan sebagai penerjemah bagi pemain Jerman, Lene Wolfgang, dari kota Frankfurt, sister city Kazusa, yang ditransfer ke Ole untuk memperkuat klub. Klub itu memang klub yang lemah dan miskin, tetapi Nakajima berniat untuk menggunakannya sebagai magnet penarik perhatian untuk membangun kota dan agar penduduk Kazusa kembali. Ia percaya mereka dapat melakukannya setelah melihat semangat pendukung Kazusa Ole di stadion.

Yang harus dilakukannya adalah membantu meningkatkan pendapatan dan memperkuat tim. Bukan hal yang gampang sih, tetapi seluruh tim mendukungnya, walaupun terkadang ia berselisih paham dengan Shoko Yoshimi, pemimpin volunteer Ole. Ia juga harus menyesuaikan diri dan memahami keadaan tim yang memiliki anggaran sangat pas-pasan itu. Belum lagi masalah kala kontrak pemain muda mereka yang berbakat habis...

Available in stores - June 2010: 5 of 5 volumes (completed), Ole!

21 October 2009

TOUCH - Vol 21

Volume kali ini benar2 mengena ^^ Mungkin karena nggak ada adegan pertandingan yang terlalu bertele-tele ya :D Saya jadi semangat untuk mengomentarinya secara total.

Spoiler Alert untuk satu volume ini ^^ Jangan baca kalau nggak suka spoiler ya!
Saya anggap semua sudah membaca Touch dari vol 1-20 ^^

v
v
v

Bab pertama dibuka dengan adegan Minami yang bermain kembang api sendirian di halaman rumahnya. Ayahnya datang dan mengatakan kalau ia bersyukur Minami tidak kesepian karena ada Kacchan dan Tacchan. Hal yang ia bicarakan selanjutnya lebih mengejutkan, "Minami menyukai Tacchan?"
Ternyata beliau sudah menyadari benih cinta segitiga yang (pernah) tumbuh diantara anak-anak itu ('O') Beliau juga bisa menebak dengan jelas kalau Tacchan menahan diri karena ia merasa tidak pantas bersaing dengan Kacchan OTL

Selanjutnya *ganti setting ke sekolah, di mana Klub Baseball sedang merayakan kemenangan mereka hari itu*
"Pelatih, mau main kembang api?"
Kyaaa.. mereka sudah nggak takut lagi pada pelatih yang sok galak xDDD
Pelatih marah dan mengusir mereka, tapi di tengah malam, ketika semuanya sudah tidur ada kembang api besar yang menyala \^O^/
Yang melihat kembang api itu hanya Tacchan yang masih ber-rendezvous dengan Kazuya dalam ingatannya...

Bab kedua, dalam latihan sebelum pertandingan Pelatih melempar sewaktu Tacchan menjadi batternya. Lemparannya nggak main-main lho!
"Kalau kena kepala bisa mati ya!"
Walaupun begitu, Tacchan melepas helmnya untuk menghadapi pelatih. sekali, dua kali, tiga kali.. setelah lemparan kesepuluh, pandangan mata Pelatih mulai kabur...kalau ia meleset...
"Kalau kena kepala bisa mati ya!"
*Tsk!*
*DuaG!*
Ia melempar ke arah tanah.
"Semuanya bersiap!"
^^A;;
Pelatih.. kau masih punya hati....

Di tempat lain, Minami mulai nggak konsen pada latihan senam ritmiknya.
Di klub tinju, Harada memerintahkan anggota klubnya untuk lari sampai stadion baseball (wow, Harada itu kapten? Baru tahu saya)

Minami pergi ke mound (tempat Pitcher melempar) dan mengingat Kazuya yang berlatih keras.. [ada banyak sekali kenangan Kazuya yang muncul di volume ini ._.]
sementara Tatsuya bersantai-santai.. sepertinya Minami membayangkan skenario lain kalau Adachi tidak membunuh.. eh, kalau Kazuya tidak mengalami kecelakaan...
Mungkin ia berpikir kalau sekarang ia bahagia bisa dekat dengan Tatsuya, tapi merasa sedikit bersalah karena senang dengan ketidakberadaan Kazuya .. Apa karena Tatsuya semakin mirip dengan Kazuya, jadi Minami merindukan Tacchan yang dulu?
[Akh, saya jadi serius begini >_<]
ini dibuktikan (mungkin) dengan obrolan Minami dan Harada di stadion. Kata Minami, ia berkomunikasi tanpa kata dengan Tacchan karena ia sudah tidak tahu apa yang bisa dikatakan untuk Tacchan yang sekarang..

Di pertandingan babak penyisihan, Meisei bertemu dengan tim yang mengalahkan tim Nishimura (sekedar mengingatkan, mereka menang hanya karena keberuntungan >_<; malang nian nasib Nishimura karena di hari pertandingan neneknya meninggal)
Pelatih memberi ancaman pada Tatsuya, kalau dia kebobolan lebih dari 3 HIT, ia akan diganti dengan anggota lain (yang dipilih dengan suit). Kedengarannya kejam? Coba dengar kata si Guru Pembimbing (entah siapa namanya),
"Aku mengerti! Maksud tersembunyi Pelatih [untuk menyiapkan mental pemain menghadapi STM SUMI]! Tapi kenapa 3 kali HIT? Kenapa nggak sekalian saja 1 HIT diganti? Mungkin itu karena rasa sayang Anda sebagai pelatih ya."
"..."
*menahan tawa karena Pelatih sepertinya sangat tertohok*
Mengakulah pelatih! Anda memang masih punya hati kan XDDD

Di tempat lain...
"Sudah waktunya, Kazuya."
Ibu Uesugi menempatkan foto Kazuya di depan TV agar mereka bisa menonton Tacchan bertanding.
[TV menunjukkan pertandingan sudah berjalan 4 inning]
"..." [terj: kenapa telat?]
*melihat dan membandingkan jam dinding di dapur dengan jam di meja yang ternyata terlambat 30 menit*
*membungkuk meminta maaf pada Kazuya*

Sementara itu Nishimura ditunjukkan sedang berjalan-jalan dnegan manajer yang juga teman masa kecilnya. Manisnya ^__^

Omong-omong, pertandingan itu selesai dengan keunggulan mutlak Meisei. Salah satu pemain Meisei yang mencetak homerun adalah pemain tidak unggulan yang tampaknya diturunkan si pelatih untuk memperlemah timnya, tapi si pemain yang sangat gembira setelah mencetak homerun pertamanya sangat berterima kasih pada pelatih karena 'telah mempercayainya dan memberinya nasehat yang berguna' |D

Tacchan berhasil mencetak No-Hit No-Run pada pertandingan itu, sebagai hasil dari ambisi pribadinya... Kalau saya nggak salah tangkap, Tacchan ingin menunjukkan (pada siapa??) prestasinya secepat dan semegah mungkin..
Jadi, sekali pertandingan lagi, dan mereka akan sampai ke Koshien...

Komentar dikit dari ibu Uesugi: "Kazuya, No-Hit No-Run itu apa ya?"
Seseorang~tolong beri penjelasan! XDD

Setelah pertandingan, Minami dan Harada yang kembali ke Cafe menemukan orang tua Uesugi dan Ayah Minami merayakan kemenangan Meisei. [Setidaknya, akhirnya mereka peduli pada Tacchan ^^;]
Minami mengeluh karena ia tidak bisa menemui Tacchan karena dia sudah jadi populer, sementara Harada yang diberi bir memprotes Tatsuya, "Kalau lolos ke Koshien, pergilah sebagai Tatsuya Uesugi! Jangan jadi Kazuya Uesugi sekarang!"
Harada, saya sangat setuju denganmu! Tak diragukan lagi, dia salah satu tokoh yang paling peka di Touch!

Kembali ke Klub baseball, mereka yang sedang bersantai menikmati kemenangannya dibentak oleh pelatih dan diperintahkan untuk latihan menangkap bola di ground. Bukannya protes, para anggota klub malah berterima kasih karena pelatih [yang tampaknya letih] mau melatih mereka ^__^

Pelatih yang sedikit kesal mencegat Tacchan dan menyuruhnya untuk tidak mempercayai orang, Tacchan menantangnya karena (selain ia menyukai baseball) Pelatih mereka yang lama telah kembali.. atau begitulah yang disangkanya....
Pak Nishio rupanya percaya kalau ia selalu tertimpa sial setiap kali berhadapan dengan (pelatih) Tim Sumi. di tahun-tahun sebelumnya ia tak pernah menang, di tahun lalu...mereka kehilangan Kazuya.... Kali ini, tidak mau kejadian yang sama terulang lagi, ia mempercayakan timnya pada 'Eijiro' Kashiwaba...

Hari hujan.. [memberi kesan.. sunyi? hening?]
Minami teringat kejadian ketika mereka masih kanak-kanak. Kedua anak kembar ingin membeli mainan yang sama di toko, sayangnya, mainan yang mereka inginkan sudah habis, tinggal satu yang tersisa. Pemilik Toko mau menjualnya pada Tacchan, tapi Tacchan menolak karena "Nggak mau kalau bukan dua"
;____;
imutnya Tacchan......

Next, halaman 156..
Moyuru Hono muncul!!! Atau bukan dia? Pokoknya itu tokoh yang sangat mirip dengan Hono dari Comic Bomber XDD
Ia memberi pengumuman yang mengatakan pertandingan ditunda karena hujan.
Catcher menyampaikan padanya "tadi ada telepon dari Asosiasi Komikus lho"
XDD
Hono lantas berlalu dengan cepat
LOL

Di bab terakhir.. sakit kepala Pelatih kambuh sehingga ia menjatuhkan sebuah gelas.. pecahannya melukai kakinya.
"Pelatih?!"
"Jangan masuk!"
kalau tidak diteriaki, tentunya si Catcher [oh, namanya Matsudaira!] akan menginjak pecahan gelas itu juga....

Anggota klub yang lain mencemaskan keadaannya, tapi mereka semua juga diusir oleh Pelatih (yang sudah dirawat oleh dokter sekolah). Mereka beralasan tidak tahu harus berbuat apa saking tegangnya.
Pelatih memerintahkan "bersihkan WC!" dan mereka menerima perintah itu dengan sangat gembira ^_^
Pelatih, Anda sangat dicintai lho!

Lantas di mana Tacchan saat itu?
Di hari yang sama tahun lalu... peristiwa itu lho ;__;
jadi Tacchan menengok kuburan Kazuya.. dimana ia bertemu Minami...

04 May 2008

Review Manga: Cross Game


Judul: Cross Game
Mangaka: Adachi Mitsuru (Touch, Rough, Short Programs)


Keluarga Tsukisihima terdiri atas seorang ayah dan empat orang anak perempuan, Ichiyo, Wakaba, Aoba, dan Momiji. Mereka memiliki sebuah batting center dan sebuah kedai kopi. Keluarga ini bersahabat dengan keluarga Kitamura yang memiliki toko olahraga. Wakaba
Tsukishima dan anak tunggal keluarga Kitamura, Kou, dilahirkan pada hari, tahun, dan rumah sakit yang sama. Sampai menjelang dewasa pun mereka terbiasa bermain bersama, bahkan Wakaba sudah menganggap Kou sebagai pacarnya saja.

Hubungan Kou dan Wakaba membuat iri adik Wakaba, Aoba, yang menganggap Kou telah merebut kakaknya. Dalam suatu pertandingan baseball Kou berhasil dikalahkan oleh Aoba. Kou tidak pernah main baseball sebelumnya, tapi hampir setiap hari ia memukul bola di batting center Tsukishima. Berlawanan dengan penampilannya yang cuek, Kou sebenarnya membenci kekalahan, maka sejak saat itu Kou mulai melatih fisiknya dan berniat untuk bergabung di klub baseball saat SMP nanti. Wakaba percaya bahwa Kou bisa menjadi pitcher yang hebat, bahkan bukan tidak mungkin ia bisa bertanding di Koushien.

Semuanya berubah ketika pada suatu hari di musim panas kelas 5 SD, Wakaba mendapat kecelakaan dan meninggal dunia. Kou dan kedua keluarga sangat terpukul tapi hidup mereka terus berjalan. Setting manga berpindah ke masa lima tahun kemudian. Kou belum bermain baseball dengan serius tetapi belakangan ia mengetahui bahwa Wakaba meninggalkan mimpinya pada Akaishi, teman sekelas yang dulu juga menyukai Wakaba, agar Kou dan Akaishi dapat bermain di Koushien sebagai pasangan pitcher – catcher. Untuk mewujudkan mimpi tersebut Akaishi membantu Kou menempuh berbagai latihan rahasia dan menunda masuk ke klub baseball sampai SMU.

Di SMU ternyata muncul penghalang bernama Pelatih Deimon yang dipekerjakan oleh Pejabat Sementara Kepsek yang ambisius. Pelatih baru ini meminggirkan pelatih lama dan anggota tim yang dianggap tak becus. Kou dkk memilih untuk berjuang bersama tim yang dipingirkan ini, atau sebutannya Tim Bedeng. Pada pertandingan pertama melawan tim inti tim bedeng dikalahkan dengan skor 6-5. Setelah latihan keras bagai neraka, mereka menantang tim inti untuk bertanding lagi dengan taruhan jabatan pelatih. Sekali lagi pitcher Kou berhadapan dengan batter nomor 4, Yohei Azuma yang lebih unggul dalam pengalaman.

Tunggu dulu.. ternyata Azuma yang tidak menyukai cara pelatih Deimon malah menolak untuk ikut dalam pertandingan. Akibatnya jalan kemenangan tim Bedeng semakin mudah. Pelatih Deimon diusir ke sekolah lain diikuti anggota tim Inti yang dikumpulkannya. Azuma memilih untuk tinggal dan memulai tahun keduanya di SMU bersama tim baseball Kou yang lebih menyenangkan. Hubungan mereka bahkan menjadi lebih dekat karena Azuma yang keluar dari asrama sekolah menumpang tinggal di rumah Kou. Berkat pengamatan Azuma, pembaca mendapatkan clue mengenai hubungan yang rumit (dengan istilah Azuma 'berat') antara Kou dan Aoba.

Sementara itu seluruh sekolah sudah mengira Aoba berpacaran dengan Kou. Keadaan berubah ketika sepupu Tsukishima bersaudara muncul. Dia Mizuki, seorang pemuda tampan pendaki gunung yang seusia dengan Aoba. Apakah kehadiran Mizuki bisa merubah status quo hubungan Kou dan Aoba?

Dalam perkembangan terakhir... seorang gadis manis pindah ke warung Soba di sebelah rumah Kou. Semua menjadi heboh karena wajah gadis itu, Akane Takigawa, sangat mirip denan wajah Wakaba. Akankah Kou tertarik pada Akane, atau membuat gosip hubungannya dengan Aoba menjadi kenyataan? Atau malah Adachi-Sensei menyiapkan kejutan lain yang akan mengubah alur cerita?( ^^A)

Manga dari Adachi Mitsuru memang tak pernah mengecewakan. Selain tema utama, yaitu sports, drama yang disuguhkan juga cukup kompleks, dari hubungan rivalitas Kou dan Azuma, kebersamaan Tsukishima bersaudara, sampai hubungan benci-cinta Kou dan Aoba. Komik ini juga mengajarkan bagaimana melepas kepergian orang tersayang tanpa harus melupakannya. Tidak ketinggalan humor miris Adachi mengenai kehidupan (komikus) dan beberapa iklan 'numpang lewat' mengenai beberapa karyanya yang lain bisa membuat pembaca tersenyum.