Showing posts with label Josei. Show all posts
Showing posts with label Josei. Show all posts

20 December 2010

The Running Bus

The Running BusThe Running Bus by Mizu Sahara
Judul asli: Bus Hashiru
Penerbit: Level Comic

My rating: 5 of 5 stars


Kumpulan kisah manis dan penuh warna dari mangaka Mizu Sahara (dikenal juga dengan nama Yumeka Sumomo untuk genre manga lain), salah satu favorit saya ♥ Rasanya seneng banget deh waktu tahu mau diterbitin di sini =D

Cerita 1: Halte Belokan Langit
Seorang salesman yang putus asa bertemu dengan siswi SMA di sebuah halte.
Tangkaplah 10 pesawat terbang, maka keinginanmu hari itu akan terkabul, katanya.

Cerita 2: Halte Sakuramachi
“Aku akan menjemputmu di halte bus di bawah pohon sakura. Lalu, jadi istriku, ya, Pak Guru?”
Apa jadinya kalau seorang siswi melamar gurunya sendiri?

Cerita 3: Halte Wasure Nagaoka
Pengakuan yang tak terdengar rasanya sepi. Jadi….

Cerita 4: Prakiraan Cuaca
Kau selalu benar dan aku selalu gagal. Hubungan ini, apakah bisa kita teruskan?
Kalau kau tidak menyerah, aku juga tidak.

Cerita 5: Jalan Dudleya
(Mengambil setting di sebuah dunia fantasi. Khusus cerita ini dicetak full colour.)
Di manapun, cinta tetap sama. Mereka pasti akan menemukan jalannya.

Cerita 6: Dunia Tujuh Warna – Pencuri Kacamata
Dalam seminggu, dua orang yang duduk bersebelahan menemukan rahasia masing-masing. Kenapa tidak dari dulu, ya?

Cerita 7: Dunia Tujuh Warna – Seragam Orang Dewasa
Dalam seminggu, teman sepermainan sejak kecil tidak lagi menjadi teman biasa.




View all my reviews

10 April 2010

Our Time of Happiness

I have never posted about a manga that hasn't been published in Indonesia, but this time I will make an exception because this is a story that must be shared...


















私たちの幸せな時間

(Watashitachi no Shiawase na Jikan)
Art: Sahara Mizu Story: Gong Ji-Young

After failing her third suicide attempt, Juri was asked by her aunt to accompany her to talk to a convict on death row who was known as number 3987. Monica, Juri's aunt, is a chaplain who had tried to write some letters to him but was always pushed away. As Monica was the only person that Juri cared for, she promised to help her, albeit in pessimism because she saw no benefit in talking to a criminal that would die sooner or later.

Prisoner number 3987 is Yuu, a young man who was found guilty of killing an innocent passerby then shoving a mother and her baby onto a railroad to get them crushed by a train.

Like Juri, he had tried to commit suicide several times in jail. He refused to talk to anyone, but later he remembered that his deceased brother loved to listen to Juri's piano playing.

Yes, when she was 16 years old, Juri was a famous piano player that was labeled as gifted. However, before she turned 17, a tragedy ruined her live and made her promise not to touch the piano again.

Juri also harboured a hatred towards her mother, who admitted that she'd rather not give birth to her. Her mother was a pianist, but her hand became limp after she giving birth of Juri. She confessed that Juri was an unwanted child, because she had given birth to a son before and she would never want another child.

Prior to their second meeting, Monica was injured because a relative of Yuu's victim pushed her down when she was trying to ask forgiveness for Yuu's action. Since then, Juri started going to the prison and talking to Yuu in Monica's place.

For one hour each week, they meet during visiting hours every Thursday at 10.00 a.m.

Why didn't Juri play piano anymore?
Yuu asked her, but she didn't give him the answer until one day she returned to the prison worn out and broken down, telling him to listen and to talk to her in return, because she could not trust any other person outside the cell who talked to her with so many lies and false pretenses.

After spending time with Yuu, Juri felt how honest, sincere, and perceptive this man was.

How could such a kind man have committed a horrible thing?
Yuu couldn't answer that. He continued to be burdened with guilt for the rest of his live. His short live, in this case.

Yuu's numbered days remained in full control of the authorities, who seemed to be toying with the lives of the convicts on death row. Their lives were often suspended for an unknown period of time. Some spent a year in prison, some had to wait for decades before they were executed.(*)

The most important question was, could people ever have mercy, for themselves and for others?
To forgive and to go on living, that was what Monica believed in. But not everyone could do that. Is there a need for apology if it can't change a thing?

Only time will answer that. That was their happy time together. Because in the short time that they were together, Yuu and Juri managed to change their perspectives on 'life', and found what LIVING means.

----------------------------------------
Note
(*) we have the same system here in Indonesia. I believe there's a woman who had to wait for about 27 years before she was executed.

Thank you berry muach for An-chan who helped me to fix a lot of mistakes in this entry :D

31 October 2008

Review Manga: If You Were Here

Judul Alternatif: Anata Ga Ireba (あなたがいれば)
Mangaka: Yoshimura Akemi
Volume: 1-8 (tamat)


Tokoh utama cerita ini, Toriko Tsukigata, adalah seorang mahasiswi cantik yang tidak pernah jatuh cinta dan selalu meremehkan cowok. Pada suatu malam ia tertabrak mobil dan seharusnya meninggal kalau saja tidak muncul seorang cowok yang berkata akan memberinya kesempatan kedua. Cowok itu, Mifune, adalah seorang samurai yang sudah hidup selama 3000 tahun. Ternyata Toriko adalah reinkarnasi Putri Kaguya sedangkan selama ini Mifune ditugaskan untuk mengawasi semua reinkarnasi Putri Kaguya.

Sebagai reinkarnasi dari Putri Kaguya yang dahulu berwatak sangat jelek, Toriko diharuskan untuk menolong orang-orang tertentu, yaitu lima orang pangeran yang dulu pernah ditolak olehnya. Kalau ia menolak atau gagal menjalankan tugasnya, maka Mifune akan mengubahnya menjadi nenek-nenek pemakan manusia. Selain itu Toriko juga diharapkan bisa jatuh cinta dan mengubah sifatnya menjadi lebih baik.

Sejak itu dimulailah petualangan Toriko untuk menolong lima orang cowok dengan berbagai masalahnya. Mifune yang mengenal Putri Kaguya sebelumnya tidak berharap banyak pada Toriko, tapi ternyata Tokiko memiliki semangat yang tinggi dan bisa diandalkan. Sejauh ini ia berhasil menyelesaikan masalah dengan baik. Tanpa sadar Mifune sang pengawas pun jatuh cinta padanya.

Masalahnya, apabila Mifune dan Putri Kaguya menjadi pasangan, Mifune akan kembali menjadi manusia dan itu berarti ia akan mati karena tidak ada manusia yang hidup selama 3000 tahun...
Bagaimana setelah Toriko mengetahui hal tersebut? Apalagi perasaannya pada Mifune mulai tumbuh.

Harapan Toriko adalah 'hadiah' yang akan diperolehnya jika ia berhasil menemukan 'cinta sejati'. Ia akan meminta agar Mifune tetap hidup. Tetapi akankah dewa malam membantunya, padahal dewa tersebut jugalah yang dahulu mengusir Putri Kaguya dari bulan.

Review Manga: Hanazakari no Kimi Tachi e


Judul Alternatif: Hana-Kimi, For You in Full Blossom


A Letter From Far Away

Mizuki, tiba-tiba kau memotong rambutmu dan berkata akan menemui idolamu di Jepang. Cuma aku yang tahu kau masuk ke sekolah asrama cowok dan jadi sekamar dengan idolamu itu. Aku cemas harus meninggalkanmu bersama mereka. Kau kelihatan senang bersama banyak teman. Tapi, ingat! Kau itu cewek di sarang para cowok!

Sano, karena menyukai dan ingin menguasai Mizuki, jadi kau memilih untuk menjaga rahasianya. Jangan menyerangnya mentang-mentang kalian sekamar! Hanya bercanda, aku tahu kau bisa diandalkan.


Nakatsu, kau bukan gay kok. Dia kan cewek. Sayangnya kamu belum boleh tahu itu sekarang. Bersemangatlah!


Umeda, dokter sekolah yang selalu terlihat seksi. Tapi kenapa kau nggak tertarik pada kami? Ataukah...


Nanba, kau ketua asrama mereka? Kau memang tampan, tapi dari luar cuma kelihatan playboynya... Kata mereka sih, kau ketua yang paling bisa diandalkan di sekolah. Memang ketua asrama lain seberapa parahnya?


Seandainya aku bisa memberi pesan pada mereka… Sayangnya aku, Julia, hanya bisa mendoakanmu dari jauh, Mizuki.

04 May 2008

Review Manga: Descendants of Darkness

Judul asli: Yami no Matsuei
Mangaka: Matsushita Yoko


Meifu, dunia setelah kematian.

Asato Tsuzuki (gambar di samping), 26 tahun, adalah seorang shinigami senior dengan pengalaman tugas selama 70 tahun di Divisi Shokan, Enma-cho. Walaupun selalu gagal mendapatkan bonus dan tidak pernah promosi jabatan karena malas, Asato adalah salah satu andalan divisinya untuk menyelesaikan kasus yang tidak bisa diselesaikan oleh divisi lain.

Asato sempat mengalami kesulitan dengan beberapa pergantian pasangan kerja. Namun akhirnya ia dipasangkan dengan Hisoka Kurosaki yang dingin dan cuek. Asato yang memiliki minat khusus dalam mencampuri masalah orang berusaha untuk mengetahui masa lalu Hisoka. Dari kasus pertama yang mereka tangani bersama, terungkap bahwa selama hidupnya Hisoka dijauhi orang karena kemampuan supranaturalnya yang tinggi. Selain itu, penyebab kematiannya bukan karena penyakit, namun ia dibunuh!

Sewaktu mereka bertemu kembali dengan dokter gila yang membunuh Hisoka, Asato berhasil menyelamatkannya dan membuat Hisoka mempercayainya. Namun tampaknya Hisoka masih butuh waktu untuk dekat dengan orang lain. Dan Asato sendiri yang selalu tampak ceria masih memiliki rahasia yang ia sembunyikan. Apakah kerja sama mereka berdua bisa berjalan baik?

Dibandingkan dengan judul dalam bahasa Inggris, Descendants of Darkness lebih dikenal dengan judul aslinya, yaitu Yami no Matsuei. Judul ini pastilah sudah akrab di telinga penggemar setia manga. Sedikit disayangkan mengapa Level memilih untuk memakai judul ini.

Artwork yang manis dan dua tokoh utama yang keren dan ’cantik’ adalah kekuatan utama manga ini. Ceritanya juga mengandung misteri dan action yang tidak kalah dengan shonen. Pendeknya, manga ini bisa dinikmati oleh pembaca pria dan wanita yang cukup dewasa untuk menemukan nilai moral dari setiap kasus... dan memahami hints 'Shounen-ai' yang muncul. Karena itulah di Indonesia manga ini diterbitkan oleh Level, yang memiliki sasaran pembaca usia dewasa.

---------------------
review ini pernah ditampilkan di thread next free forum elex media