Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

24 May 2011

Review: A Wrinkle in Time + The Wizard of Oz

Kerutan Dalam Waktu - A Wrinkle in Time (Time, #1)Kerutan Dalam Waktu - A Wrinkle in Time by Madeleine L'Engle
My rating: 3 of 5 stars


Ayah Meg menghilang beberapa tahun yang lalu. Akibatnya, keluarga mereka jadi korban gosip. Meg yang bermasalah di sekolah merasa tak ada orang yang mengerti dirinya, kecuali adik lelakinya yang jenius walau umurnya baru tiga tahun, Charles. Semuanya mulai berubah di suatu malam yang gelap dan berbadai, saat mereka menerima kunjungan dari Mrs. Who. Selanjutnya, Meg diperkenalkan pada Mrs. Whatsit dan Mrs. Which yang tidak kalah uniknya.

Bersama dengan Calvin O'Keefe, kakak kelasnya yang lebih pintar daripada kelihatannya, mereka berpindah ke planet lain melalui kerutan dalam waktu, mengalami petualangan menakjubkan (dan mengerikan) melawan Dark Matter, serta mencari jalan untuk menyelamatkan ayah Meg. Bagaimana mereka melakukan semuanya? Pastinya karena mereka tidak sendirian. Mereka bisa karena mereka memiliki cinta dan kepercayaan (faith).

---

Buku ini sempat bikin kening saya berkerut. Jenis buku yang -menurut saya- disebut buku anak karena anak-anak bisa memahami buku ini lebih baik sebab mereka cuma butuh untuk percaya, bukan mengerti. Yah, jadi orang dewasa memang merepotkan...


My rating: 5 of 5 stars

Mungkin hampir semua orang pernah mendengar soal Oz, Dorothy, dan The Yellow Brick Road, tapi berapa yang benar-benar pernah membaca buku ini? Saya belum pernah baca, padahal punya Wicked, side-story tak resmi dari Oz. Akhir-akhir ini memang banyak dongeng yang sdah dimodifikasi, tapi buku ini (dan pengalaman saya membacanya) membuktikan bahwa yang klasik belum terkalahkan.

---

Alkisah, dalam misi untuk meminta bantuan pada Penyihir Besar Oz, Dorothy, Toto, Singa Pengecut, Tin Woodman, dan Boneka Jerami harus melewati bermacam-macam rintangan di perjalanan. Mereka berhasil lolos dengan gabungan pemikiran cerdas, keberanian, kebaikan hati, serta kesetiaan; semua nilai yang senantiasa harus diajarkan ulang pada anak. Setiap tokoh yang merendahkan diri mereka dalam buku ini ternyata memiliki kemampuan mengagumkan yang terbukti berguna, dan mereka hanya perlu sedikit bantuan untuk menyadarinya. Nilai moral yang ada di dalamnya sangat mudah dicerna degnan balutan petualangan yang ringan dan menyenangkan. Benar-benar kisah yang bisa diceritakan lagi, dan lagi.


Pendek kata, buku ini jauh lebih menarik daripada isi review saya ;D



30 March 2011

Sisters Red: Dua Saudari Bertudung Merah

Sisters RedSisters Red by Jackson Pearce

Scarlet March hidup untuk berburu. Hidupnya hitam putih. Hanya ada Scarlet dan adiknya di satu sisi dan Fenris (manusia serigala) di sisi lain.

Rosie March hidup untuk mengikuti kakaknya. Itu sebelum rekan berburu Scarlett, Silas, kembali dan mengubah hidup Rosie.

Di tengah ganasnya serangan Fenris, Rosie jatuh cinta pada Silas. Tanpa sepengetahuan Scarlet, Rosie mulai menemukan dunia lain selain berburu.

Memang ada satu pertanyaan yang muncul setelah membaca ini: Rosie dan Scarlet sering mengeluh soal kehabisan uang dan hidup miskin. Tapi kenapa mereka nggak bekerja? ^^;
Tentu ada sejuta alasan untuk nggak bekerja, karena di bawah umur atau nggak punya keahlian... tapi mereka nggak pernah mencoba mencari kerja, walau sekali saja, Scarlett dan Rosie memilih untuk menjual peninggalan Oma March kalau kehabisan uang. Sedangkan Silas, cowok yang katanya jago membuat ukiran kayu, dia pun sama saja, hidup dari warisan peninggalan ayahnya.

Selain itu gaya jatuh cinta Rosie yang terlalu berbunga-bunga agak membosankan buat saya (ya maaf, tapi buat penyuka teenlit mungkin cocok ^^) . Untungnya buku ini memakai POV yang berganti-ganti antara Scarlett dan Rosie. Scarlett itu keren (>o<) Heran kenapa ada beberapa reviewer yang menghujat dia karena nggak memikirkan adiknya. Tapi kan seperti cerita Oma March yang membuka dunia perburuan pada Scarlett; orang-orang yang mendapat pengetahuan punya tanggung jawab berbeda dengan orang yang tidak tahu. Scarlett tidak tahu, belum mengenal cinta selain kasih sayang dia pada adiknya. Jadi, apa salah kalau pendapatnya seperti itu, bahwa tidak ada dunia lain selain berburu? ^^;

Nah, sekarang sisi positifnya: Bagian aksi dan perkelahian dalam novel ini sungguh seru.
Jadi,
Aksi + Scarlet + ending yang bahagia walau mungkin nggak seperti fairy tales = 4/5 bintang.



View all my reviews

12 March 2011

Suddenly Supernatural: Arwah di Sekolah

Suddenly Supernatural: Arwah di Sekolahby Elizabeth Cody Kimmel

My rating: 3 of 5 stars


Kat hidup berdua saja dengan ibunya di sebuah rumah yang sering diterangi lilin, hawanya tidak menentu, dan terkadang terdengar bunyi-bunyian aneh. Kat sudah terbiasa dengan kondisi rumah itu karena ibu Kat adalah seorang medium. Beliau membantu orang-orang dengan menghubungi arwah orang terdekat yang sudah meninggal. Buat Kat yang ingin mengalami kehidupan normal di sekolah, profesi ibunya harus dirahasiakan karena ia tidak ingin menjadi 'orang buangan'. Sayangnya, gadis paling populer di sekolah, Shoshanna, malah datang ke rumahnya dan mengalami sendiri pengalaman menakutkan di sana. Sejak itu Kat pergi ke sekolah dengan was-was menanti kapan Shoshanna akan menyebarkan gosip yang bisa membuatnya menderita.

Masalah Kat yang kedua adalah, dia mulai bisa melihat hantu sejak ulang tahunnya yang ke-13. Ia belum memberitahu siapa-siapa soal ini, bahkan dengan ibunya. Kat merasa kalau ia membicarakan bakat ini berarti ia harus menerimanya. Kat tidak siap untuk menerima bahwa seumur hidup ia akan bisa melihat hantu dan mungkin akan menjadi medium seperti ibunya, bekerja membantu orang-orang. Satu hal yang jelas, Kat merasa kalau ia tidak akan bisa membantu orang sebaik ibunya.

Masalah nomor tiga: ada hantu di sekolah.

Untungnya, Kat mendapat teman yang membantunya bertahan di sekolah. Namanya Jac. Gadis berbadan mungil yang selalu membawa selo ke mana-mana (ya, selo ternyata bentuk terjemahan baku untuk cello -baru tahu saya). Sebagai ganti rahasia yang diceritakan Kat, Jac memberitahu bahwa ia adalah pemain selo yang sangat diharapkan, tapi sejak demam panggung di audisi beberapa minggu sebelumnya, ia tidak bisa lagi bermain.

Jac tampak sangat menyenangkan dari sudut pandang Kat. Perasaan sayang antara dua sahabat itu sungguh sangat jelas dan diperlihatkan di seluruh buku. Salah satu hal yang bikin betah baca buku ini. Suddenly Supernatural tidak menceritakan masa kegelapan di mana hantu-hantu berkeliling mengganggu orang (bukan, itu sih buku Supernatural yang lain XD). Buku ini menceritakan seorang remaja dengan ibu dan sahabat yang menyenangkan yang kebetulan punya bakat untuk melihat hantu. Dan seekor anjing yang sangat keren.

Masalah yang mereka hadapi didiskusikan dengan menarik dan tampak mengalir begitu saja tanpa dipaksakan. Bagian favorit saya adalah penutup bagi si hantu di perpustakaan. Pintar juga Kat, bisa menyelesaikan beberapa masalah sekaligus. Anda mengerti, kalau membaca buku yang ditujukan untuk anak kita sering mengeluh (setidaknya saya sering): "kenapa mereka bisa nggak sadar sih kalau ini... "? Nah, buku ini berhasil menjaga kesabaran saya karena tokoh-tokohnya cerdas dan cepat memahami permasalahannya. Nggak bikin frustasi.


View all my reviews

08 February 2011

Gate7 - CLAMP


Finally, it's here! Well, here in the web, I mean, because we're not so lucky to get it published in Indonesia. A new title from CLAMP, Gate7~

The talk about it has began in mid-2009, but the pilot (or Chapter 0) was not published until December 2010 and the first chapter appeared in February 2011 edition of Jump SQ.

the Story:

Between our conscious, waking world and the subconscious state of slumber, there is a thinly veiled plane of lucid dreaming. While the conscious state belongs to individuals, the hidden plane of dreams is one shared by all human minds, past, present, and future. Yet only a few have ever possessed the power to enter this secret realm at will - where a war is being waged to control the waking world. For our earthly wishes and desires are not our own, but under the manipulation of these unseen masters of dreams.
(-from mangaupdates-)

As a history lover, Chikahito traveled to Kyoto to see ancient temples, antique statues and shrines. What he found instead is a whole new world where monsters appeared and a girl slayed them. After a strings of event, he moved in with the girl and her two companions....

A mix between action, supernatural beliefs with yin-yang concept (they called it Solar and Lunar genus), beautiful character design, aannd.. new pairing for fujoshi-tachi. C'mon, you know you want it XDD

the Art:

Clamp use new drawing style on Gate7. Should I be happy or not? It would take some times to get used with photo manip as background. Really, CLAMP? I hope they would limit it on historical sites. On the other hand, although this seems impossible, they managed to increase the sexiness of the male charas.. I drooled when I read the pilot chapter XDD


the Characters:

  • Takamoto Chikahito, a student, recently moved to Kyoto. On the previous occasion, he met two strange people plus a cute girl who boldly kissed him...
He always speaks loudly, freaks a lot and sheds tears, how adorable is that? XD I think it's refreshing to see a chara who openly show their feeling. He had this 'useless main chara' auras, but maybe he's just pretending (we'll never know) and he's definitely good at the kitchen or at least knows how to make good coffee. It's CLAMP after all :D
  • Hana, cat-like girl with small body and possibly older than her look. CLAMP said that she's a high school student. She's really really really cute, but don't be fooled because she is very proficient with weapons and magic. It's not hard to believed that Hana's charm is the cause of Chikahito's transfer to Kyoto.
  • Sakura. He is the easy-going type. Tall and sturdy, but his cooking is amazing. And the person is definitely hot ♥
At first I thought he is the bad-boy type, but then he stated that he is the Lunar type and Tachibana is the Solar one. Makes sense. He acted as the calm leader for the party. And that gorgeous silver hair does fit a lunar image....
  • Tachibana. The beautiful and slender type. I swore I've seen him somewhere.. um, oh yeah, he's like an older version of Subaru Sumeragi :D
He looked cool and didn't do much talking, but his Solar attributes were seen here and there, especially with his impatience towards Chikahito.

Tachibana and Sakura acted like Hana's brothers and they helped her to fight by creating kekkai (encirclement) and weapons. What role Chikahito has in this setting, we have to wait for the next development...



credits:
mangaupdates.
Raw-Bunko.
chibiyuuto.livejournal.com

*) some facts might have never be mentioned on the manga and they are purely based on my attempt to read between Clamp's lines.

20 December 2010

Review Manga - Animal Doctor

Animal Doctor (series 1 - 12)Animal Doctor by Noriko Sasaki

My rating: 4 of 5 stars


Jadi mahasiswa kedokteran hewan itu pasti sulit, tapi menyenangkan karena kita bisa menolong banyak hewan yang lucu. Masak, sih?

Buat Hamtel (nama asli: Masaki) yang hatinya tak mudah tergerak, alasannya untuk menjadi dokter hewan praktis saja. Kalau ia bisa mengobati hewan peliharaannya sendiri (yang terdiri dari seekor kucing, seekor anjing Siberian Husky betina, ayam leghorn galak bernama Hiyo, serta dua ekor tikus gurun dan anak-anaknya yang jumlahnya selalu bertambah) ia tak usah mengeluarkan uang tambahan untuk pergi ke dokter hewan.

Begitulah, akhirnya Hamtel menjadi mahasiswa kedokteran hewan bersama Nikaido, sahabatnya yang lebih normal tapi fobia tikus. Ada lebih banyak lagi orang aneh dan hewan-hewan dengan kepribadian unik yang mereka temui di universitas.

Disampaikan dengan gambar khas komik klasik (terbitan tahun 89) yang rapi dan detail, komik ini salah satu komik paling kocak yang saya baca akhir-akhir ini :D

available: 4 of 12 volumes


View all my reviews

09 December 2010

New Comic Bomber by Shimamoto Kazuhiko

NEW COMIC BOMBER vol. 01My rating: 4 of 5 stars


Di dunia penerbitan, perjuangan komikus yang harus menyetorkan lebih dari seratus halaman komik setiap bulannya nggak bisa dianggap main-main…

Sst, itu cuma anggapan para editor. Bagi para komikus, kadang ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dan mereka tidak bisa begitu saja duduk diam menggambar komik kalau hal itu bertentangan dengan hati nurani mereka. Itulah sebabnya ada hal yang dinamakan deadline, garis pertempuran antara komikus dan editor!

Ikuti perjuangan Moyuru Hono, komikus senior yang saat ini membutuhkan seorang asisten tambahan untuk meringankan pekerjaan berat yang ia lakukan setiap menghadapi deadline. Ternyata sangat sulit untuk menemukan asisten yang cocok dan dapat bertahan untuk memenuhi standarnya, tidak hanya sebagai komikus tapi juga sebagai seorang manusia yang dapat memahami prinsipnya. Dua orang asisten yang saat ini membantunya sudah hapal dengan tabiat Hono yang aneh, tapi apakah para calon asisten (dan pembaca) dapat memahaminya?

Jawabannya mungkin (mungkin lho) ada dalam komik ini...




View all my reviews

08 December 2010

The Colour of Magic (Discworld Series Book 1)

The Colour of Magic (Discworld Series)The Colour of Magic by Terry Pratchett

My rating: 3 of 5 stars


ookay, sebagai pembaca yang rada2 OCD (obsessive-compulsive disorder alias EYD freak), saya terganggu dengan pemilihan kata oleh penerjemahnya, maka dari itu saya menyalahkan penerjemahan yang buruk sebagai alasan mengapa buku ini tak selesai2 juga, alih-alih menyalahkan jadwal saya yang padat dengan kegiatan, ehem, ngenet dan baca komik :P

Jadi, pemilihan rating buku ini sama sekali tidak mencerminkan kekuatan pengarang aslinya, tapi sudah dipengaruhi oleh bahasa Endonesah yang digunakan oleh penerjemahnya (saya sendiri sudah terpengaruh nih). Unek-unek lengkap akan disampaikan di forumnya :P

Cerita buku ini sendiri seru banget. Definisi dunia yang sangat berbeda dengan dunia kita. Definisi soal sihir yang benar-benar baru. Detail yang aneh-aneh (misalnya, di Discworld cahaya lebih lambat daripada suara, bisa dibayangkan? Dari segi fisika, saya memilih untuk tidak memikirkannya), dewa-dewi yang suka main-main, dan makhluk-makhluk sihir yang hanya ada di sana... juga permainan kata-kata dari Pratchett. Sayang sekali sebenarnya karena edisi bahasa Indonesianya nggak bisa menangkap semua itu. Saran saya sih, kalau bisa cari saja bahasa Inggrisnya ^^;

Seorang Turis tiba di pelabuhan Ankh-Morpork, dengan bagasi yang tak terbayangkan karena tingkat pendapatan di tempat asalnya (Kekaisaran emas) jauh lebih tinggi dibanding penghasilan warga Ankh-Morpork. Turis yang datang untuk mencari masalah (bukan, bukan untuk terlibat masalah, hanya mau menontonnya saja) ini bernama Twoflower. Bagasi yang dimilikinya, si Bagasi, terbuat dari kayu Sapient Pearwood yang amat sangat langka dan dikenal tahan terhadap sihir jenis apapun. Bagasi itu akan mengikuti majikannya ke mana saja dengan kaki-kaki kecilnya, bahkan ke ujung dunia sekalipun. (Praktis banget ya..) Dia juga bisa menjadi bodyguard yang nggak ada tandingannya.

Warga tak beruntung yang harus menemani turis itu adalah Rincewind, seorang penyihir gagal yang hanya punya satu mantera di kepalanya. Buatnya, Twoflower adalah seorang idiot yang mengundang masalah ke manapun ia pergi. Berkat Twoflower, ia sudah beberapa kali bertemu dengan Dewa Kematian dan hanya keberuntungan (dan seorang dewi) yang menyelamatkannya. Petualangannya dengan Twoflower akan membawanya sampai ke tepian Disc, di mana ia jatuh... dan entah di mana dia akan mendarat, di buku dua nanti :D

Buku dua, yang semoga terjemahannya nggak sehancur itu.. tapi nggak mungkin juga, soalnya sinopsisnya di website Elex saja sudah nggak beres.. (>.<) Oh well, mungkin bisa berharap pada buku tiga...

catatan:
cara yang lumayan berhasil buat saya waktu membaca buku ini adalah, bayangkan langsung arti katanya, dan lewati detail grammarnya. Pakai otak kanan atau apalah itu...



View all my reviews

05 August 2010

The Great Detective Kiyoshiro Yumemizu

Dari pengarang komik shojo, Kei Enue, dan novelis terkenal Kaoru Hayamine
The Great Detective Kiyoshiro Yumemizu
(Judul Asli: Meitantei Yumemizu Kiyoshirou Jiken Nooto)


  • Nama: Kiyoshiro Yumemizu
  • Umur: (Lupa)
  • Tanggal Lahir: (Lupa)
  • Pekerjaan: mantan dosen ilmu logika, detektif swasta (kalau kasusnya menarik)
  • Ciri-ciri: tinggi, kurus, memakai jas dan kacamata hitam
  • Keahlian: makan banyak, melupakan nama dan wajah, serta berbohong
  • Kegiatan: baca buku, makan (kalau ingat), dan tidur
(diambil dari catatan pengamatan oleh Ai Iwasaki)

Apa yang kalian lakukan kalau ada orang aneh yang tiba-tiba mengaku kalau dia detektif hebat? Pastinya sulit untuk percaya, apalagi kalau penampilannya kurang meyakinkan dan kemampuannya tidak terlihat dari tempat tinggalnya yang seperti kapal pecah. Itulah yang dipikirkan Ai Iwasaki ketika bertemu dengan Sang Detektif Hebat, Kiyoshiro Yumemizu.

Ternyata detektif linglung ini kenalan Komisaris Kepolisian Tokyo. Ia dapat memecahkan kasus-kasus rumit sampai-sampai Inspektur Polisi Joetsu yang skeptis pun bisa diyakinkan untuk mempercayai kemampuannya. Yang terpenting, ia menjadi orang pertama yang bisa membedakan kembar tiga identik Ai, Mai, dan Mii Iwasaki.

Satu lagi fakta yang membuktikan ia detektif hebat. Hanya dia yang dapat menebak motif di balik tindakan sang pelaku dan memberikan penyelesaian yang menguntungkan bagi semua pihak. Kasus-kasus yang muncul terlihat sederhana dan mudah dipecahkan, tetapi selalu ada motif di balik tindakan sang pelaku dan kejutan dari cara detektif memilih penyelesaiannya.

Mau bukti lagi? Baca The Great Detective Kiyoshiro Yumemizu! Setelah terbiasa dengan gaya gambar Enue-sensei yang agak ramai dan 'sangat shoujo', pembaca akan menemukan kalau komik ini bukan komik cewek maupun komik detektif kacangan. Tokoh-tokohnya mempunyai karakter yang menarik dan tidak dangkal. ada pesan tersembunyi di setiap ceritanya, dan yang paling menarik adalah misteri keberadaan sang detektif itu sendiri. Misteri apa yang disembunyikannya? Mungkin jawabannya ada di volume selanjutnya....

Mungkin...

28 May 2010

Chocolat volume 3

Tanpa elexmedia.co.id/forum yang lagi down, hari-hari saya terasa sepi T__T
Masak ga ada teman ngomongin komik...

Kalau ngoceh di twitter, kasihan teman yang nggak ngerti ^^;

Jadi tulis di blog aja deh, syukur-syukur ada yang mau mengomentari.


Mau bahas apa sih?
Chocolat
, by Kubonouchi Eisaku









Pembahasan langsung loncat ke nomer tiga ya,
volume yang terakhir diterbitkan Level minggu ini :)
(untuk review, sila-sila klik link di atas, review saya entah ke mana)


Mari kita mulai dengan alasan saya suka manga yang satu ini:

1. Gambarnya bagus, rapi, dan... pokoknya suka sama style gambarnya :D Ditambah lagi, sang manga-ka punya selera humor yang cukup tinggi dengan mengubah-ubah style gambarnya sesuai sikon XDD

2. Judul tiap bab unik lho, bisa membentuk dialog. Perhatikan saja di daftar isi ^__^
3. Suka sama covernya ^__^ Terus, cover belakang tiap volume sekilas sama tapi berbeda XD
4. Jalan cerita serta tokoh-tokohnya menarik. Misalnya Ichigo, cowok yang nggak manis seperti namanya (ichigo = strawberry ) dan tokoh-tokoh lain yang niatnya bertobat tapi tidak banyak membantu... (Singkat banget ya? Well, tapi kan Ichigo tokoh utama.. *penyangkalan*)

Nah, sekarang *pang pang* volume tiga~


[ F u l l S P O I L E R a h e a d ]


Chiyoko terpilih untuk memerankan Putri dalam pementasan drama di sekolahnya. Ada putri beneran yang merasa tersinggung karena dia tidak terpilih. Ia pun menyusun skenarionya sendiri untuk menjatuhkan Chiyoko.. oke, ga mungkin jadi begitu kan, memangnya ini komik shoujo? Lagipula drama sekolahan Chiyoko dkk bukan drama putri tidur biasa XDDD

I really like their version, "Ternyata Pangeran berada di balik semua ini! Putri yang merasa kecewa berniat bunuh diri, tapi ia diselamatkan oleh pengawalnya!" Bravo! *claps claps claps*

Sementara itu, Ichigo yang ditugaskan mengantar-jemput Chiyoko ternyata menjadi idola para siswi sekolah putri itu. Ya, mereka 'kan cewek-cewek dengan imajinasi tinggi yang menganggap kalau yakuza itu 'dramatis' dan Ichigo di mata mereka adalah tipe cowok
cool yang jarang ditemui, LOL.

(Saya jadi teringat YOTSUBA, di mana Papa Koiwai menarik perhatian teman-teman Fuuka, padahal dari mata pembaca pasti cuma sedikit orang yang menganggap si Papa itu charming X3 Tapi saya ga menyangkal lho XDD)

Melihat mereka, si nona besar (dia-yang-cemburu-pada-Chiyoko) memutuskan untuk merubah taktiknya, "Kalau mau memanah sang Jenderal, panah kudanya dulu!" atau terjemahan bebasnya: "Akan kurebut Ichigo darimuuuuu!"


Berkat 'bantuan' dari si nona besar, Chiyoko mulai merasakan cemburu meskipun ia mengerti kalau Ichigo adalah tipe "Ksatria yang tidak perlu cinta" (Bukan, ini bukan pemikiran Chiyoko, tapi kata-kata dari Ichigo sendiri).


Lalu, di sini masuklah satu cowok imut yang kehadirannya akan menguak rahasia terbesar Ichigo... seekor kucing putih yang dipungut oleh Chiyoko!

Chocolat
+ Cat = knocked me out |D ♥


Ichigo ternyata trauma pada kucing. Bekas luka di alisnya adalah penyebabnya, ia pernah dicakar kucing sewaktu kecil! (
It really breaks my heart, you shattered my dreams, Ichigo. Who had thought that the cause of your manly scar is... a cat? ROFL) Meskipun begitu, Ichigo menolong si kucing yang terjatuh ketika ia memanjat atap dan akibatnya (...) ia terluka ringan. Di saat itu, Komugi menjelaskan sedikit mengenai masa lalu Ichigo dan 'anak-anak'nya yang lain yang tak pernah mengenal orang tua mereka... benar-benar cuma intermezzo sesaat.. Sabar ya, masa lalu Ichigo akan diceritakan di bagian lain komik ini.

Kembali ke Chiyoko dan kucingnya... Chiyoko (mengenakan baju casual yang modis seperti biasa) bertemu seorang lady yang membantunya berbelanja di pet shop. Ternyata Lady ini adalah Nana Hagio, guru pengganti di sekolahnya. Miss Nana (mari kita panggil begitu, soalnya dia benar-benar lady yang cantik *w*) ternyata punya masa lalu dengan Ichigo tapi mereka berdua berpisah sebelum Ichigo masuk penjara.


Gals, perhatikan foto Ichigo waktu dia masih perpacaran dengan Miss Nana ♥ Tampannya dia >o< ♥


Chiyoko yang memperhatikan mereka merasa sedih dan... patah hati? Ya, memang hatinya selama ini ada di tangan Ichigo tanpa ia sadari.
Di saat kita sudah bersiap-siap dengan tangisan dan gaya ngambek yang kekanakan (ingat nomor sebelumnya? :p), Chiyoko mengeluarkan sifat heroine-nya! Ia terang-terangan menantang Miss Nana dan mendekati Ichigo. Tindakannya membuat Ichigo sempat kehilangan kesadaran dan berubah jadi orang lain :O (oke, penulis berlebihan)

Sementara itu, grup Inamushi yang saat ini menguasai kota Kanto mengutus Shiina, orang bertangan dingin yang dahulu menjadi partner bertarung Ichigo, untuk merekrut Ichigo agar bergabung dengan mereka.
"Tapi kalau nggak bisa, bunuh saja."

Shiina, cowok berumur 26 tahun-an (sebaya dengan Ichigo) punya rambut pirang sebahu, mantel panjang, kebiasaan menggigigt kuku, dan tak punya belas kasihan dalam bertarung. Dia bisa saja jadi tokoh populer kalau saja wajahnya lebih cakep sedikit :p

Jadi, di antara ancaman dari grup Inamushi dan dua orang gadis... masa depan Ichigo akan kita ketahui di volume selanjutnya...



Maafkan bahasa saya yang jadi tambah aneh di entri ini T^T Terlalu banyak emoticon dan ocehan fangirl... terima kasih banyak sudah bertahan dengan saya sampai akhir entri ini ;__;

Agenda selanjutnya hari ini: bikin segelas coklat panas di dapur ~o)

10 April 2010

Our Time of Happiness

I have never posted about a manga that hasn't been published in Indonesia, but this time I will make an exception because this is a story that must be shared...


















私たちの幸せな時間

(Watashitachi no Shiawase na Jikan)
Art: Sahara Mizu Story: Gong Ji-Young

After failing her third suicide attempt, Juri was asked by her aunt to accompany her to talk to a convict on death row who was known as number 3987. Monica, Juri's aunt, is a chaplain who had tried to write some letters to him but was always pushed away. As Monica was the only person that Juri cared for, she promised to help her, albeit in pessimism because she saw no benefit in talking to a criminal that would die sooner or later.

Prisoner number 3987 is Yuu, a young man who was found guilty of killing an innocent passerby then shoving a mother and her baby onto a railroad to get them crushed by a train.

Like Juri, he had tried to commit suicide several times in jail. He refused to talk to anyone, but later he remembered that his deceased brother loved to listen to Juri's piano playing.

Yes, when she was 16 years old, Juri was a famous piano player that was labeled as gifted. However, before she turned 17, a tragedy ruined her live and made her promise not to touch the piano again.

Juri also harboured a hatred towards her mother, who admitted that she'd rather not give birth to her. Her mother was a pianist, but her hand became limp after she giving birth of Juri. She confessed that Juri was an unwanted child, because she had given birth to a son before and she would never want another child.

Prior to their second meeting, Monica was injured because a relative of Yuu's victim pushed her down when she was trying to ask forgiveness for Yuu's action. Since then, Juri started going to the prison and talking to Yuu in Monica's place.

For one hour each week, they meet during visiting hours every Thursday at 10.00 a.m.

Why didn't Juri play piano anymore?
Yuu asked her, but she didn't give him the answer until one day she returned to the prison worn out and broken down, telling him to listen and to talk to her in return, because she could not trust any other person outside the cell who talked to her with so many lies and false pretenses.

After spending time with Yuu, Juri felt how honest, sincere, and perceptive this man was.

How could such a kind man have committed a horrible thing?
Yuu couldn't answer that. He continued to be burdened with guilt for the rest of his live. His short live, in this case.

Yuu's numbered days remained in full control of the authorities, who seemed to be toying with the lives of the convicts on death row. Their lives were often suspended for an unknown period of time. Some spent a year in prison, some had to wait for decades before they were executed.(*)

The most important question was, could people ever have mercy, for themselves and for others?
To forgive and to go on living, that was what Monica believed in. But not everyone could do that. Is there a need for apology if it can't change a thing?

Only time will answer that. That was their happy time together. Because in the short time that they were together, Yuu and Juri managed to change their perspectives on 'life', and found what LIVING means.

----------------------------------------
Note
(*) we have the same system here in Indonesia. I believe there's a woman who had to wait for about 27 years before she was executed.

Thank you berry muach for An-chan who helped me to fix a lot of mistakes in this entry :D

28 February 2010

The Fifth Columnist 8D

Author: Andrea Tezumo
Date of release: 13 Jan 2010 (1 of 2)

fifth columnist noun
an individual working secretly for the enemy of the country or organisation they are in

Sebuah pernyataan singkat telah membuatku semakin curiga akan identitas partner baruku yang angkuh dan serba bisa. Bagaimana bisa seorang bekas tentara Jerman bekerja sebagai agen rahasia Inggris? Dan, mengapa ketua unit kami selalu membanggakan kemampuan pria itu di depanku?

Editor’s Note:
Kisah konflik antar sesama agen rahasia Inggris, tapi dibumbui kisah cinta sesama agen.

(diambil dari sini)

Ok, ini review buat Andrea-sensei (>.<)b

Luna Patrick adalah Bishop, seorang agen rahasia Inggris yang hampir menyelesaikan misinya di Neo Sovyet Republic. Di akhir misi, saat langkah terakhir hendak diambil, seorang
proxy (agen pengganti) ternyata sudah mendahuluinya. Bisa dibayangkan betapa kesalnya Bishop, terlebih ketika agen tersebut, Helix, didaulat menjadi partnernya.

Misi baru mereka adalah mengungkap pembunuhan empat agen rahasia Inggris di Hong Kong yang terjadi pada masa kampanye untuk pemilu China. Kecurigaan jatuh pada pemerintah Soviet yang tidak ingin kekuasaan di China beralih kepada golongan nasionalis. Menyelidiki hubungan antara Soviet dan politikus China tidaklah mudah. Apalagi setelah mereka menemukan adanya kelompok-kelompok lain yang memiliki posisi berbeda-beda dalam masalah ini. Ada rahasia apa di balik
kerja sama antara kelompok-kelompok yang seharusnya berlawanan itu?

Sementara itu, Bishop mendapat informasi bahwa Helix pernah bekerja sebagai agen upahan Soviet. Ia harus bekerja sama dengan Helix sambil mewaspadai hubungannya dengan pejabat intelejen Kuznetsov. Berbagai cara yang mereka gunakan untuk mengumpulkan informasi sambil menjaga keselamatan diri dan saling mengawasi menjamin komik ini
full action dan intrik.

Benarkah Helix akan berkhianat? Ada apa di masa lalu Helix sampai ia begitu dipercaya oleh chief MI-6?
Temukan jawabannya di The Fifth Columnist #1 dan volume pamungkasnya yang direncanakan terbit bulan Maret!*

Buat saya, komik ini menambah pengetahuan dan perbendaharaan kata baru (lihat saja kata-kata asing yang menjadi judul tiap babnya!). Selain itu, ini menjadi semacam rendez-vous dengan komik bertema spy -terakhir kali saya baca From Eroica with Love, yang scan-nya masih belum lengkap T_T.**

Setting dan karakterisasinya realistis (pasti pakai riset dulu). Penggambaran adegannya pun termasuk berani (Bagian mana? Ya, yang itu lho... hihihi). Sayangnya, kadang karena kelewat rumitnya, saya jadi skip baca beberapa bagian. Kebiasaan jelek, setelah itu pasti bolak-balik halaman, baca ulang karena agak bingung.

Eh? Kenapa dengan artwork-nya? Sejujurnya, artwork-nya bukan tipe kesukaan saya (Mau gimana lagi, tipe kesukaan saya yang seperti CLAMP XD). Jadi kayaknya mengomentari artwork tipe lain bukan keahlian saya :p


---------------------------
*Sekalian promosi volume 2 :))
** Genre From Eroica memang berbeda, tapi yang penting temanya sama :p


Sambil mencoba layout baru untuk entry ini, menyesuaikan dengan cover FC yang keren XD
Gimana? Not bad huh?

KOLONI: 1SR6

Keterangan singkat:
KOLONI = Komik Lokal Indonesia
Ya, Koloni adalah komik-komik buatan anak bangsa yang diterbitkan oleh M&C.
Berikut ini adalah komik Koloni pertama yang saya punya (_ _)
*sedikit menyesal karena kenapa baru beli sekarang??*



1SR6 - Muh. Fathanatul Haq
(http://matt0.deviantart.com/)

Berkisah tentang kelas 1 Seni Rupa 6 di sebuah sekolah menengah seni rupa di Jogja. Kelas ini dijauhi oleh seluruh warga sekolah karena murid-muridnya merupakan kumpulan berandal yang tidak diterima di tempat lain. Tak terhitung berapa guru, apalagi calon guru praktek yg mereka buat menangis. Akhirnya kepala sekolah mengutus seorang guru baru yang penampilannya menipu... (yay, I love this teacher ♥)

Berkat penganganan khusus dari guru tersebut, kebersamaan pun mulai terbangun, apalagi setelah ada isu kelas 1SR6 mendapat giliran menjadi petugas upacara... Masalah-masalah yang ada diselesaikan dengan cara mereka yang ajaib. Tapi, Alif memilih untuk mengucilkan diri dari teman-temannya...

Komentar:
Cerita yang sangat menghibur (I really need to expand my vocabulary...) walau menurut saya ada beberapa poin yang sangat lebay, hehehe. Tapi bisa dimaklumi karena ini komik cowok ^^
Sayangnya, cerita si tokoh utama malah terkesan biasa saja kalau dibandingkan dengan segala kehebohan yang terjadi di sekitarnya, tapi hal itu bisa diterima sih (daripada, cerita dia sama ribetnya? Ok, kita pilih yang simple saja ^^;).

Buat Komikusnya:
Boleh minta artwork Pak Eko? (*_*)
Sama tandatangannya.. soalnya saya yakin karya Anda yang kedua bisa lebih bagus dari ini XD (Sudah ada ide belum? Butuh ide? XD)

Beautiful Boxer

Beautiful Boxer adalah sebuah film Thailand keluaran tahun 2003 yang dibuat berdasarkan kisah nyata.

Film dibuka oleh seorang wartawan yang sedang mencari narasumbernya di sebuah bar di Bangkok. "Dia baru saja pulang," ujar seorang kathoey(=waria) dengan ketus. Si Wartawan segera berlari keluar. Ia tak sengaja berpapasan dengan sekelompok preman, nyaris saja ia dihajar mereka kalau sekelebat bayangan merah tidak menyelamatkannya dengan gerakan kick-boxing yang indah.

Dia, orang yang memakai gaun merah dan berambut panjang, adalah orang yang dicarinya, Nong Toom. Mereka berdua segera pindah ke sebuah bar untuk melakukan wawancara. Di bar, mereka disambut oleh seorang waitress yang mengatakan bahwa Nong Toom sangat cantik, padahal dia balum melaksanakan operasinya.

Pertanyaan pertama sang wartawan adalah: Kau bisa bahasa Inggris?
Yang dijawab Toom sambil tersenyum: Aku tidak bodoh.

Selanjutnya sang wartawan menanyakan sejak kapan Toom sadar kalau ia ingin menjadi wanita. Maka dimulailah cerita Toom tentang perjalanan hidupnya...


Sedari kecil, Toom ingin menjadi cantik. Walaupun ia sempat masuk ke biara (untuk meringankan beban orangtuanya), ia akhirnya keluar karena tidak bisa mengikuti jalan hidup para biksu yang bersahaja. Teman dekat dan keluarga Toom tahu kalau bocah lelaki itu sangat feminim tetapi mereka menerimanya (sebagai karma kaena dosa kehidupan sebelumnya) dan tidak ada yang menyuruhnya berubah.

Suatu hari, di sebuah pasar malam, Toom tidak sengaja ditantang untuk mengikuti pertandingan Muay Thai menggantikan adiknya. Tak disangka, ia menang. Ia pun pulang membawa bahan makanan untuk keluarganya yg miskin. Hari berikutnya, si adik mengajaknya melihat camp pelatihan atlit Muay Thai. Tak disangka (lagi), pelatih Pi Chart tertarik pada bakatnya. Toom pun setuju untuk menjadi atlit Muay Thai karena ia tertarik pada uang yang bsia dihasilkannya. Pelatihannya berjalan dengan baik, ia dapat menyembunyikan sifat feminimnya, kecuali pada istri pelatih. Ia masih suka memakai make-up tapi hanya bisa melakukannya dengan sembunyi-sembunyi di kamar mandi.

Suatu hari, pelatih memergokinya dengan riasan. Bukannya marah, pelatih malah memujinya (lho). Ternyata ia punya rencana untuk menyuruh Toom naik ring dengan riasan itu. Bagaimana hasilnya? Mereka sukses besar, Toom selalu menang dan ia disukai penonton.

Komentar Toom sendiri: Semakin tebal riasan yang kupakai, semakin keras mereka memukulku, dan semakin keras aku membalasnya.

Dengan ketenarannya, bukan berarti karir Toom lancar-lancar saja. Ia tidak suka melihat darah! bayangkan itu! Tapi ia menguatkan hati demi cita-citanya membantu orangtuanya dan mengumpulkan uang untuk operasi pergantian kelamin.


Film ini sangat menghibur, lucu sekaligus mengharukan. Akting pemainnya, terutama Asanee Suwan sebagai Toom, tidak mengecewakan. I recommend this!

07 January 2010

Never Bored to Watch Animation!

Selain Avatar, kemarin saya juga menonton Planet 51 dan The Princess and the Frog. Berikut reviewnya ^^

Planet 51
Ada Gary Oldman lho! -> suka mengutamakan hal yang kurang penting XD

Filmnya cukup lucu, berkisah tentang kehidupan di sebuah planet nun jauh di sana, di mana Lem, seorang calon sarjana baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah observatorium, sementara orang-orang sedang heboh karena ada film hits yang akan yang diputar berkisah tentang serangan alien ganas pemakan otak ke planet mereka.

Lem yang sedang dimabuk asmara dgn gadis tetangganya, Neera, skeptis dengan keberadaan alien. Tapi ia tak bisa menyangkal lagi ketika seluruh kota menyaksikan pendaratan alien di halaman rumah Neera.

Alien itu memakai helm besar, berbaju putih, dan ia membawa bendera bergaris merah biru dengan bintang-bintang... Si alien sangat terkejut melihat tempat pendaratannya ternyata berpenghuni! Inilah petualangan si alien-astronot-narsis, Chuck yang berusaha kembali ke shuttlenya, dan kemudian mengangkasa sebelum roketnya kembali ke bumi tanpa dirinya. Di depan mereka ada rintangan besar berupa warga Planet 51 yang takut pada Chuck, dan General Grawl (disuarakan oleh Gary Oldman!) yang keras kepala serta pasukannya yang bodoh. Lem dan Chuck dibantu oleh (niat baik) Stiff, sobatnya yang fans berat teori konspirasi alien dan Rover, robot penyelidik yang bertingkah lucu bagai seekor anjing ^^

The Princess and the Frog
Bersetting di New Orleans (wilayah yg jadi terkenal sejak dilanda badai Katrina, dengan populasi mayoritas kulit hitam) tahun jadul (er.. Thirties-Forties?).
Tiana adalah gadis yg bercita-cita mendirikan restoran impian alm ayahnya. Waktu kecil, Tiana dan sahabatnya Charlotte (putri Big Daddy, pengusaha paling kaya di kota) percaya pada dongeng, tapi saat ini Tiana tidak mau membuang waktu untuk wishing upon a star, ia bekerja keras sebagai waitress untuk menabung dan mewujudkan impiannya.

Di sisi lain, ada Pangeran Naween yang manja, yg diundang untuk menghadiri pesta Big Daddy. Ia tertipu dengan kata manis Shadow Man, seorang dukun voodoo yang berbahaya. Akibatnya, ia berubah jadi kodok katak. Ia meminta Tiana yang dikiranya putri untuk menciumnya, tapi hasilnya...bukannya berubah jd manusia, malah Tiana yang menjadi kodok.

Sebuah kejadian lain menyebabkan mereka terdampar di bayou (rawa). Mereka bertemu Louis si buaya penggemar jazz (or blues? Ga bs mbedain XD) dan Ray, kunang-kunang romantis berlogat Français.

Kisah standar yg jadi amazing di tangan Disney ♥ Beberapa alasan saya menyukai film ini karena:
  • Karakterisasi Charlotte (Lottie), 'rival cinta' yg setia kawan, rada nggemesin but you can't hate her XD
  • Ray, oh Ray.. Dan cintanya, Evangeline ♥ oh dear, the ending ♥
  • The music... On the blue bayou ~
  • The animation of course ^^
  • Detail kecil yg bikin lucu, seperti hasil 'cacahan' si pangeran :D dan waktu mereka curhat ke Evangeline >,<

Yang kurang itu..
We know when the prince fell in love with her, but why did she fell in love with the prince? Huh?

James Cameron's Avatar

I don't know much about movie, but let me speak my opinion. You speak too high of it ^^;
Please don't be offended! It's only my humble opinion! And I tended to relate un-related things

The Na'vi reminds me of something else, I tried to remember it, but only in the middle of the movie a revelation cross my mind. It's not the Andalite (from Animorphs), but Kimahri the Ronso from Final Fantasy X!































Indeed, so many parts of the movie reminded me of FF. Ah, the nostalgia...

Don't tell me you've never seen that hair-tail!



















And those shiny plants... and make love in the forest
you must remember Suteki Da Ne. ♥ Ne?














(always click for bigger picture)


























The Flying jellyfish... guess Cameron combined the underwater view and fantasy (it still reminded me to FF.. :p see pireflies)

Oh, the dragon?
I must admit that the bond thing between the horse/dragon and the rider is quite original. But still, the dragon reminded me of Eragorn's concept. And guess what I found next? Those beautiful wings..... ~\/~
*crossing my fingers, this is the first time I upload a video..*
(Forget the blogspot video uploader, it's way too slow!)
(ripped from FF XIII trailer, so just mute the sound ~_~)

And the Jungle...?
see this link
I wish I had PS 3 T______T


Errr, should I move back into the topic? ^^a
The story itself, it's nothing new, but still nice ^,^
The graphic is great (but.. still, nothing new for me), and I'm a bit tired to spent 3 hours in the theatre to watch it o.o
So I'll give it 3,5 of 5 stars

___________________________________________
Final Fantasy, courtesy of Square Enix

05 December 2009

150+ Hal yang Harus Diingat oleh Pembuat Sinetron

  1. Jangan buat sinetron semata-mata karena uang.
  2. Jangan buat sinetron untuk mengikuti trend.
  3. Jangan buat sinetron kalau nggak punya bakat.
  4. ... lebih baik jangan buat sinetron sama sekali.
  5. Kecuali kalau ada approval dari penulis.
  6. Atau bakat Anda nyata dan benar-benar ada.
  7. Karena sinetron yang asal jadi cuma buang-buang waktu, uang, merusak moral, mengurangi jam tidur, dan waktu belajar anak...
  8. Kalau benar-benar terpaksa harus membuat sinetron (siapa tahu Bos besar mana yang menyuruh), harus ingat pilih pemain yang berkualitas.
  9. Jangan asal pilih yang blasteran.
  10. Jangan asal pilih yang Chinese.
  11. Jangan asal pilih yang Javanese.
  12. Jangan pilih pemain yang belum lancar berbahasa Indonesia.
  13. Yang paling penting, jangan pilih pemain yang nggak bisa akting.
  14. Dengan alasan dangkal “Dia sesuai dengan perannya”.
  15. Karena alasan sebenarnya mengikuti pasar kan?
  16. Karena aktris tersebut sedang tenar dan kasusnya dibesar-besarkan media massa?
  17. Padahal sudah jelas dia nggak bisa akting.
  18. Kita tahu kalau Dude Herlino dan Naysila Mirdad selalu sukses menarik penonton.
  19. Tapi tiga sinetron aja harusnya sudah cukup…
  20. Baiklah.. rating yang berkuasa…
  21. Kenapa sih mau menuruti rating yang nggak jelas dari mana perhitungannya?
  22. Atau cuma lihat tampang cakepnya?
  23. Yang sesuai dengan standar kecantikan: rambut panjang (untuk cewek), kulit putih, dan bertubuh bagus nan langsing.
  24. … ayolah, masak orang Jakarta di-cast jadi orang Jawa/Sunda/Bali dengan logat yang terlalu dipaksakan.
  25. Kecuali kalau sebenarnya dia anak orang kaya yang terbuang.
  26. … yang bener aja? Apa nggak ada ide lain?
  27. Tambahan lagi soal logat, lebih baik tanpa aksen sama sekali daripada (terkesan) menjelek-jelekkan bahasa daerah.
  28. Casting yang bener dong!
  29. Repot? kembali ke nomor empat (lebih baik jangan buat sinetron sama sekali)
  30. Jangan memaksakan kejar tayang.
  31. Jangan bikin sinetron panjang-panjang.
  32. Jangan memaksakan untuk melanjutkan sinetron yang sukses dengan seri-seri berikutnya.
  33. Bayangkan siksaan buat sang penulis skenario kalau hal itu berlanjut…
  34. Juga buat para pemain serta kru lain yang memberikan hasil seadanya.
  35. Bisa-bisa hasil jadi lebih buruk dari seharusnya.. ewww.
  36. Dapat menimbulkan ketergantungan, membahayakan kesehatan mental dan kondisi moral generasi muda.
  37. Jangan jadikan ‘kejar tayang’ sebagai alasan penurunan kualitas sinetron.
  38. Lihat no 30.
  39. Jangan pakai efek khusus yang terlihat konyol dan menyedihkan =_=
  40. Jangan buat penampakan makhluk-makhluk ajaib.
  41. Atau buat sinetron yang nggak perlu efek khusus.
  42. Atau… kembali ke no 4.
  43. Jangan pakai sulih suara.
  44. Kalau kebanyakan dana, mendingan aktornya dikasih pelatihan akting dulu deh.
  45. Pemain figuran pun perlu dikasih panduan akting!
  46. Lihat no 28.
  47. Pilih pemain sesuai usianya, jangan jadikan nona cantik punya anak sudah remaja.
  48. Hanya karena karena si aktris sudah nggak laku lagi -_-;
  49. Walaupun dia main di sekuel sinetronnya (lihat no 32).
  50. Jangan terlalu sering memasukkan adegan monolog.
  51. Walaupun adegan itu yang paling gampang dibuat (makanya.. lihat no 30).
  52. ...karena bosan melihatnya.
  53. Akting pemain kita jelek, dan tampangnya nggak secakep itu sampai perlu di-close-up beribu kali.
  54. Satu gambar bisa mengungkapkan sejuta kata.
  55. Pernah dengar ‘body language’?
  56. Jadi nggak perlu kebanyakan dialog.
  57. ...kalau ada setting, sutradara, kameraman, dan aktor yang bagus.
  58. Penonton Indonesia itu cerdas kok!
  59. Penulis yakin mereka bisa mengerti walaupun nggak terlalu banyak detail yang dijelaskan.
  60. Jangan bikin cerita cinta bersegi banyak yang terlalu mengada-ada…
  61. Masih banyak topik lain lho selain ‘cinta’.
  62. Bukan, dongeng dan fantasi yang dangkal tidak termasuk dalam topik yang direkomendasikan.
  63. Demikian juga dengan tema supranatural…
  64. Bagaimana kalau bikin cerita tentang korupsi,
  65. Atau kehidupan profesi tertentu?
  66. Tapi tolong dengan amat sangat, riset dulu sebelum shooting.
  67. Kalau nggak ada ide yang lebih bagus, kembali ke peraturan no 4
  68. Pakai BGM yang agak variatif.
  69. Tanpa suara jedar-jeder memekakkan telinga.
  70. ...tapi jangan pakai lagu orang lain tanpa izin.
  71. Lanjutkan saja pakai lagu yang lagi hits seperti selama ini.
  72. ... simbiosis mutualisme dengan penyanyinya.
  73. Penonton senang, kritikus bosan…
  74. Kritikus? Siapa?
  75. Para kritikus sudah bosan mengkritik karena tidak ada yang mendengarkan.
  76. Jangan kebanyakan adegan ‘terdiam’ kalau melihat sesatu yang mengejutkan.
  77. Sama saja dengan jarak antar adegan yang terlalu lama dan hanya diisi dengan suara *jreng…..*
  78. Buang-buang waktu saja..
  79. Oh fine, ‘kejar tayang’ (kembali ke no 30)
  80. Itulah sebabnya si tokoh utama sering mendapat masalah.
  81. Karena lamban (lihat atas), karena terlalu baik, atau karena terlalu banyak orang jahat di sekitarnya.
  82. Mungkin juga karena terlalu sial, atau terlalu beruntung.
  83. Atau cuma karena cantik…
  84. Jadi ada beberapa cowok super kaya yang mengejarnya.
  85. Tapi entah kenapa dia tertarik pada cowok yang paling tak mungkin diraih.
  86. … terlalu pasrah pada nasib.
  87. Pasrah waktu dijodohkan.
  88. Pasrah waktu dianiaya.
  89. Pasrah nggak sama dengan sabar lho!
  90. Apa mereka nggak pernah kerja keras?
  91. Maksudnya bukan kerja banting tulang jualan kue di jalan…
  92. Terus dia terlibat kecelakaan dan ditolong oleh cowok yang menabraknya?
  93. Yang penulis maksud, apa dia nggak pernah berusaha dengan kemampuannnya sendiri untuk mencapai apa yang dia mau tanpa tergantung orang lain?
  94. Persaingan dan perebutan (bisnis/cowok/cewek/warisan) sebenarnya bisa dilakukan dengan sehat.
  95. Ingat dong kalau nggak ada orang yang pure angel.
  96. Nggak ada juga yang pure evil.
  97. ... tapi kalau si antagonis berubah jadi baik dengan tiba-tiba juga nggak wajar.
  98. Apa? Dia kecelakaan lantas berubah jadi baik?
  99. Jangan dibuat seperti itu dong.
  100. Meskipun ada deadline penayangan (sinetron Ramadhan?).
  101. Atau disengaja supaya bisa dibikin season selanjutnya (lihat no 32)
  102. Jangan mengeksploitasi anak kecil.
  103. Oke, kalau bukan mengeksploitasi namanya apa?
  104. Aji mumpung?
  105. Jangan pakai adegan kekerasan.
  106. Tampar, jambak, pukul, tendang…
  107. Apalagi pada perempuan.
  108. Apalagi dilakukan oleh sesama perempuan.
  109. Ingat, ditonton anak kecil.
  110. Rating guide? Siapa sih yang memperhatikan rating guide?
  111. Jangan pakai makian-makian.
  112. Lihat atas.
  113. Jangan teriak-teriak.
  114. Jangan overacting.
  115. Terutama untuk peran antagonis…
  116. Tokoh antagonis nggak harus teriak-teriak dan mengerutkan alis.
  117. Nggak pernah nonton The Godfather atau Silence of The Lamb?
  118. Jangan pakai makeup atau kostum yang berlebihan.
  119. Ibu-ibu yang baru bangun tidur dan masih pakai piyama tapi rambutnya tertata rapi dan bermakeup lengkap?
  120. Ibu yang berumah gubuk dan berpakaian daster masih bisa ke salon?
  121. Siswi SMA pakai rok mini tanpa aturan seragam yang baku?
  122. Baju dikeluarkan dari celana?
  123. Nyupir mobil mewah ke sekolah?
  124. Nggak ada yang naik angkutan umum?
  125. Nggak semua SMA seperti itu…
  126. Anak sekolahan perlu belajar.
  127. Bukan hangout keluyuran di mal/diskotik terus.
  128. Mana adegan mereka belajar di kelas?
  129. Belajar dengan guru yang kredibel?
  130. Membuat acara komedi boleh saja sih, tapi masak semua tokoh di sekolah konyol?
  131. Dan semua guru killer?
  132. Bikin setting yang konsisten dong.
  133. Masak cerita kerajaan zaman dulu, tapi tokoh-tokohnya naik kendaraan mobil mewah atau Harley Davidson.
  134. Kalau mau daur ulang cerita dongeng, ceritakanlah dengan baik.
  135. Biar anak Indonesia bisa mengambil nilai moralnya.
  136. Jangan merendahkan wanita.
  137. Nggak semua ibu rumah tangga itu bodoh.
  138. Nggak semua ibu tiri itu jahat.
  139. Nggak semua nenek/kakek/mertua itu galak.
  140. Nggak semua pembantu itu suka bergosip.
  141. Jangan bikin stereotype!
  142. Semua yang badannya besar jangan dijadikan tukang makan terus.
  143. Semua anak orang kaya yang pernah sekolah di luar negeri ngomongnya jangan pakai bahasa Inggris terus (apalagi ditambahin logat yang dibuat-buat).
  144. Nggak semua orang Jawa berlogat Jawa kental, polos, halus, dan penurut.
  145. Ngomong-ngomong, kok semuanya tentang orang Jawa?
  146. Apa nggak bisa bikin film tentang orang Banjar atau Maluku?
  147. Jangan memberi ilusi kalau semua orang di ibukota sukses, kaya, dan cantik.
  148. Tambah banyak deh pengangguran yang berurbanisasi ke Jakarta…
  149. Jangan mengambil ide dari film luar.
  150. Jangan mengambil ide dari drama Jepang/Korea/Cina/Taiwan/negara manapun itu.
  151. Nope, telenovela pun nggak boleh diplagiat.
  152. Jangan mengambil ide dari komik.
  153. Mentang-mentang yang diplagiat adalah komik/drama/film lama….
  154. .. lantas mengaku kalau ‘Segala kesamaan adalah kebetulan semata’.
  155. Penulis muntah-muntah di belakang karena terpaksa menonton 2 episode penuh sinetron #$%% demi daftar ini.
  156. Penulis menyerah, mulai google untuk mencari referensi yang bisa dibaca, daripada kembali ke no 156?
  157. Jadi, baca link di bawah!
1, 2, 3, dan 4!

05 September 2009

District 9 : A Movie Without Alienity

Warning: contains some spoiler, though I keep the ending as secret
Rating: M

Tahun 1990.

Bumi kedatangan tamu.. sebuah pesawat alien raksasa muncul di salah satu kota.. bukan NY, Moscow, atau Chicago, tapi di Johanesburg, Afsel.
Selama beberapa bulan pesawat itu hanya mengapung di langit Johanesburg, tanpa tanda-tanda akan membuka diri. Akhirnya dunia internasional mengutus sebuah tim penyergap untuk masuk secara paksa ke dalam pesawat. Yang mereka temukan adalah sekelompok besar alien (kemudian disebut 'prawn') yang terlantar dan dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk. Manusia menyediakan tempat penampungan untuk mereka (disebut District 9) dan mendirikan MNU (Multi-Nation United).

Tahun 2010.

Setelah dua dekade berlalu, District 9 yang terlupakan menjadi tempat perkampungan pengungsi yang sangat kumuh. Para Prawn hidup dikelilingi barang-barang rongsokan dan mengais sampah demi makanan. MNU yang ditugasi untuk melindungi/mengawasi mereka menjadi organisasi berbasis profit yang memperlakukan para Prawn lebih rendah dari binatang. Saking cueknya mereka terhadap kondisi Prawn, mereka tidak berusaha untuk berkomunikasi dengan baik (sampai terkesan kalau manusia tidak bisa mengerti bahassa Prawn, padahal sebenarnya bisa!). MNU lebih tertarik dengan teknologi persenjataan alien, walaupun mereka menemui jalan buntu karena senjata tersebut hanya dapat aktif jika mengenali DNA Alien.

MNU membuat rencana untuk merelokasi Prawn, untuk itu, agen lapangan Wikus van der Merwe (Sharlto Copley) ditemani sepasukan tentara bersenjata lengkap dan seorang kameraman yang bertugas mendokumentasikan setiap kejadian ditugaskan untuk meminta persetujuan mereka.

"Sir, we're from MNU. We want to relocate u. please sign here."
"oqwireuwethiuiwhg" *slapped the formulir*
"He's touched it, so we've got his signature!" *move to the next 'house'*


Beberapa rumah setelahnya, Wikus cidera karena se(ekor?) alien yang tidak beruntung. Di rumahnya ditemukan beberapa benda mencurigakan, termasuk sebuah tabung yang kemudian disita Wikus. Bisa ditebak, tabung ini nantinya akan memegang peranan penting dalam cerita. Prawn malang yang panik itu langsung dibombardir peluru oleh tentara yang mendampinginya, walaupun ia sudah berusaha mencegah mereka. Tampaknya Wilkus lebih baik dari teman-temannya.... atau benarkah itu?

Di adegan selanjutnya, Wikus berdiri di depan tempat tinggal Prawn yang berteman dengan Prawn sebelumnya (yang malang tadi). Pintu dibuka oleh anak Prawn yang masih kecil (lucu? nggak sih..). Dengan riang Wikus berkata ke arah kamera kalau Prawn kecil sangat suka diberi permen (seperti kucing dilempari ikan?). Ia melemparkan permen ke arah anak itu yang bereaksi dengan melemparnya balik (lol). Kontan Wikus tersinggung. Reaksi para pengawalnya pun sungguh berlebihan, senapan terkokang langsung mereka arahkan pada si anak (!). Entah mau diapakan si anak tadi sebelum ayahnya muncul di pintu depan.

Wikus memaksa si ayah (yang dipanggil Christopher Johnson? Dari mana nama ngasal itu??) menandatangani formulir, tapi sebelum mendapatkan persetujuan Chris (bener-bener deh, ngaco yang ngasi nama), Wikus muntah-muntah. Ia pun mundur dan mengakhiri pekerjaannya untuk hari itu.

Kondisi Wikus semakin parah (mencakup mumun, mimisan, kuku yang lepas, dst yang merupakan mimpi buruk bagi penulis +_+). Setelah ia dilarikan ke RS, dokter menemukan sebagian tangan kirinya -yang terluka karena PrawnMalang- bermutasi menyerupai tangan alien. Segera saja Wikus menjadi obyek penelitian yang berharga bagi MNU. Ia menjadi saksi kejamnya MNU dalam memperlakukan Prawn sebagai kelinci percobaan.

Wikus melarikan diri, ia menjadi buronan yang dituduh 'memiliki penyakit menular karena berhubungan seksual dengan alien' (salut buat penulis skenarionya, bekas penulis acara infotainment? *get shot*)
Satu-satunya tempat persembunyian adalah District 9....

Adegan selanjutnya (malas meneruskan berpanjang-panjang):
* pertemuan kembali dengan Chris, si Prawn intelek,
* melibatkan beberapa pertanyaan 'apa maumu?' 'di mana tabung itu?' yang ternyata ia perlukan sebagai bahan bakar pesawat untuk mencapai kapal induk mereka agar para Prawn dapat terselamatkan
* transaksi antara Wikus dan Chris, saling tolong menolong berdasarkan kepentingan pribadi. Mereka merencanakan 'misi bunuh diri' ke dalam markas MNU untuk mengambil kembali tabung itu. Jika berhasil, Chris dan anaknya dapat masuk ke kapal induk, menyembuhkan Wikus, dan pulang ke planet mereka.
* beberapa adegan tak terduga... action dengan efek khusus yang lumayan keren, dan diakhiri dengan open ending yang tidak mengecewakan.
_________________________________________________________________


Film ini disajikan dengan bentuk semi-dokumenter, tanpa sensor yang memadai untuk setiap adegan yang bikin mual, jadi hati-hati untuk mereka yang berperut lemah...
Kelebihan film ini adalah realitasnya! Tokoh utama yang bukan orang baik/jahat sepenuhnya. Alasan yang sama mengapa penulis suka Watchmen ^^
Kesimpulannya, kalau suka Watchmen, kemungkinan besar akan suka dengan film ini dan nggak sabar untuk menunggu sekuelnya dibuat *baru harapan, belum ada kabarnya*

04 August 2009

Review Manga : Shugo Chara


Mangaka: Peach-Pit (Rozen Maiden, Zombie Loan)

Setiap anak memiliki telur di hatinya. Telur ini dapat menetas menjadi Shugo Chara (Pelindung Karakter) yang sesuai dengan karakter yang dicita-citakan anak itu. Tapi apakah semua anak dapat menerima bagian dari diri mereka yang tersembunyi itu?

Amu sebenarnya pemalu dan tidak pandai bicara, namun ia dianggap keren oleh teman-teman sekolahnya. Amu pun ingin berubah. Keinginan kuatnya ‘melahirkan’ tiga buah telur. Gara-gara telur itu, Amu mengutarakan perasaannya pada Tadase, King kelompok Guardian (OSIS SD-nya yang beranggotakan siswa-siswa idola), di depan semua murid. Memalukan, memang, tapi berkat hal itu ia menjadi dekat dengan Tadase dan mulai bisa akrab dengan teman-teman sekelasnya.

Para Guardian menerangkan bahwa telur-telur itu berisi Penjaga Karakter yang dapat membantu pemiliknya merubah sosok dan memberinya kekuatan baru. Tadase dan guardian lain membujuk Amu bergabung dengan mereka untuk mendapatkan Embrio, telur yang dapat mengabulkan setiap permintaan. Amu bergabung dengan Guardian sebagai Joker. Ia menerima Humpty Lock yang diwariskan oleh King terdahulu.

Untuk mendapatkan Embrio, mereka harus bersaing dengan EASTER, perusahaan besar yang memiliki banyak anggota. EASTER menggunakan artis cantik Utau Hoshina untuk mengumpulkan Batsu Tama (Telur X) yang berisi karakter negatif. Musuh yang pertama ditemui Amu adalah Ikuto, cowok yang mirip dengan kucing liar. Kadang ia menolong Amu, tetapi Amu lebih sering dibuat bingung dengan keusilannya. Mengapa Ikuto memegang Dumpty Key, pasangan Lock milik Amu? Apa sih tujuan EASTER dengan mengumpulkan telur-telur itu? Lalu, bagaimana para anggota Guardian yang baru menyesuaikan diri dengan tugasnya? Sementara Amu mencari tahu, ia mendapat masalah baru, telurnya yang keempat menjadi Batsu Tama dan bergabung dengan Utau!

----------
Kalau melihat karya dari Peach-Pit yang lain (melihat reviewnya saja sih, saya belum sempat baca/nonton), Shugo Chara adalah satu-satunya karya mereka yang ditujukan untuk anak cewek. 'Kerancuan' genre, apakah komik ini pantas untuk anak umur 12+, masih diperdebatkan...

menurutku sih~~~~~ memang ada beberapa bagian yang agak berbahaya, apalagi flirting Ikuto >_<;;
Amu itu masih eS-De lho!!!! ^^A
Tapi tapi.. kalau Ikuto nggak seperti itu namanya bukan si Kucing Liar dong @_@

Well, itulah keunggulan komik ini:
1. Ikuto
2. Bisshie
3. Artwork yang cantik

Anw, this will be the last time I buy manga series that comes out from Nakayoshi.. (beside TGD Kiyoshiro Yumemizu)--> I can't bear w/ the 'innocence' of a 12 y/o girl anymore...

11 July 2009

Diana Wynne Jones - Howl’s Moving Castle

Judul Indonesia : Istana yang Bergerak
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 328 halaman
Buku ini mendasari pembuatan anime terkenal dari Ghibli, Howl’s Moving Castle *sedang menahan diri untuk tidak memuji-muji dan malah mereview filmnya*

Di Ingary, di mana sihir, kutukan, dan benda-benda ajaib dapat ditemukan, Sophie Hatter, anak sulung dari tiga bersaudari, merasa bahwa ia tidak memiliki peruntungan seperti kedua adiknya. Setelah ayahnya meninggal, ibu tirinya, Fanny, mengirim kedua adik Sophie, Lettie dan Martha, untuk magang di tempat lain sementara Sophie tinggal untuk membuat topi-topi. Ia ditakdirkan mewarisi toko topi peninggalan ayah mereka di Market Chipping, begitulah yang dipikirkannya. Karena itu ia tidak memiliki cita-cita tinggi seperti menikah dengan pangeran atau menjadi kaya-raya. Sophie melewatkan setiap harinya duduk di bagian belakang toko dan berbicara dengan topi-topi. Sementara Fanny melayani pembeli di toko. Demikianlah hari-hari yang membosankan berlalu.

Pada suatu hari seorang pelanggan yang tidak biasa muncul di toko, ia adalah Nenek Sihir dari Waste, penyihir yang sangat ditakuti di seluruh Ingary. Entah apa alasannya, si nenek sihir mengutuk Sophie menjadi nenek-nenek. Menyadari masalah yang akan muncul jika tetap tinggal di Market Chipping, Sophie terpaksa pergi diam-diam untuk mencari tempat tinggal lain. Setelah berjalan cukup jauh dan merasa lelah dengan petualangan singkatnya (maklum, tubuhnya sekarang sangat lemah), Sophie menemukan Istana yang terlihat sangat menyeramkan.

Istana itu dimiliki oleh Howl, penyihir jahat yang kabarnya senang memangsa jiwa gadis-gadis muda. Sophie tidak merasa takut padanya karena toh ia sudah tidak muda lagi. Sophie memilih untuk menghadapi sang penyihir daripada kedinginan di tempat terbuka. Saat memasuki istana, yang ditemuinya adalah anak muda sopan yang menjadi asisten Howl, Michael Fisher, dan jin api yang menggerakkan istana dan tinggal di perapiannya, Calcifer.

Calcifer mengizinkan Sophie untuk tinggal dengan suatu syarat, ia harus membantunya melepaskan kontrak yang mengikat Calcifer dengan Howl. Sophie harus mencari tahu sendiri isi kontrak itu, karenanya ia harus tinggal bersama mereka. Sophie memilih peran sebagai nenek tukang bersih-bersih dengan harapan Howl tidak akan mengusirnya keluar. Dan dimulailah kehidupannya yang baru, setiap hari berselisih dengan Howl yang tidak berperasaan, dan sedang berusaha merayu salah seorang adiknya, acara bersih-bersih Istana yang menimbulkan banyak kekacauan, dan masih banyak lagi.

Ternyata Howl sedang bermasalah dengan Nenek Sihir dari Waste yang ‘ditolak’ olehnya di satu sisi, dan di sisi lain ada Raja yang hendak menyuruhnya untuk pergi ke Waste untuk menemukan adiknya, Pangeran Justin, dan Penyihir Kerajaan, Sulliman. Howl sangat tidak ingin menghadapi si Nenek Sihir, karena itu ia menyuruh Sophie melakukan sesuatu agar Raja membatalkan niatnya mempekerjakan Howl.

Penyihir Howl –wikipedia menyebutnya sebagai seorang anti-hero – adalah seorang pemuda tampan berusia 27 tahun yang doyan merayu gadis-gadis. Kekuatan sihirnya sangat hebat, tetapi ia selalu menghindar dari melakukan pekerjaan yang tidak disukainya. Ketika sedang melaksanakan proyeknya ‘membuat seorang gadis jatuh cinta padanya’, ia tidak akan mempedulikan masalah lain yang terjadi di sekitarnya. Setiap hari ia menghabiskan waktu dua jam di kamar mandi untuk mewarnai rambut dan mengatur pakaiannya. Howl juga dikenal tidak mau membuat janji yang pasti. Walaupun begitu, pesonanya tetap ada…. Pesona seorang bad boy, kita sebut saja begitu ^^; Walaupun terlihat tidak peduli, tapi pada saat-saat tertentu Howl bisa menjadi sangat baik dan perhatian.

Apakah Sophie-dengan keberuntungannya yang pas-pasan, sifat cepat marahnya, serta bakat aneh yang dimilikinya- tahan berurusan dengan Howl? Apakah mereka akan dapat membantu memecahkan masalah masing-masing… dan juga masalah di antara mereka berdua?

Buku ini merupakan novel fantasi yang pantang dilewatkan!

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Dengan plotnya yang berlapis dan rumit (di mana setiap tokoh memiliki masalahnya sendiri), walaupun sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, masih ada beberapa hal yang nggak kumengerti,
*warning, contains some spoiler*
1. Apa sebabnya Sophie dikutuk? Karena ia salah dikira sebagai Lettie? Lantas kenapa Nenek Sihir mau mengutuk Lettie?
2. Apa maksud Count of Catterack berterimakasih pada Sophie di istana? Karena Sophie ‘ibu Howl’ atau karena Sophie yang membuat topi pemikat yang mempertemukannya dengan Jane Farrar?
3. Kenapa Raja masih bersikeras menujuk Howl sebagai penyihir istana bahkan lebih yakin setelah mendengarkan alasan dari Sophie yang menjelek-jelekkannya?
4. Bagian mana yang menyebutkan soal orang yang meminta mantera pencarian? (yang ternyata Justin) Aku sudah melewatkannya?

Komentar sedikit mengenai penerjemahannya.. ada beberapa hal yang mengganggu, misalnya:
  • Di halaman 96:
… Gumpalan lendir lengket menghiasi kepala dan bahunya, Lendir lengket menghiasi kepala dan bahunya, menimbuni lutut dan tangannya, gumpalan besar menetes turun dari kaki dan dari bangku berbentuk untaian lengket.
-->Ada beberapa kata yang tidak perlu ditulis ulang ^^;
  • Halaman 325:
“Tidak apa-apa,” kata Lettie dengan berani, “ itu tidak sengaja.”
“Tapi bukan kesalahan,” protes Penyihir Sulliman.
--> Aslinya berbunyi:
"That's quite all right," Lettie said bravely. "It was a mistake."
"But it wasn't!" protested Wizard Suliman.
Jadi lebih baik kalau kalimat Penyihir Sulliman menjadi: “Tapi itu kesalahanku..”
  • Di halaman terakhir kalimat Howl pada Calcifer yang ini hilang:
"You didn't need to do that," Howl said.

Kebanyakan di bagian akhir… mungkin karena bagian akhir itu bagian favoritku, jadi tentu aja aku membacanya dengan lebih teliti :P

Aku nggak sabar menunggu buku kedua.. tidak, buku ketiga.. karena di buku kedua kemunculan Howl dan yang lainnya sedikit sekali ^^; *)

Satu komentar lagi, quote langsung dari adikku (cowok, 19 tahun) “covernya jelek sekali! Ceritanya kekanak-kanakan nggak?”
Memang kalau dilihat buku-buku anak Gramedia saat ini covernya bergaya kartun semua.. lihat saja cetakan baru Malory Towers, dan buku-buku Dunia Crestomanci dari Diana Jones juga…
Apa tujuannya memang untuk menarik minat anak yang usianya lebih kecil? ^^;
Because it didn’t work for older children…..

-------------
*) Sedikit keterangan mengenai ‘trilogi’ ini:
Buku pertama, Howl’s Moving Castle (HMC), tidak berhubungan langsung dengan buku kedua, Castle In The Air, yang memiliki tokoh utama baru dan setting di negeri tetangga Ingary. Howl dan kawan-kawan muncul sebagai tokoh tambahan. (kesimpulan dari data wikipedia dan review teman-teman di Goodreads)
Buku ketiga, House of Many Ways, terjadi beberapa tahun setelah HMC, dengan tokoh utama yang berbeda lagi… tapi Sophie dan Howl masih berperan.
Jadi, kedua buku lain hanya memiliki kaitan yang loose dengan HMC dan kalau nggak puas, anggap aja nggak ada sekuel sama sekali :P